Trend 10 Kali Kemenangan Meraran Academy Dinodai Oleh PETA Academy Taliwang

Trend 10 Kali Kemenangan Meraran Academy Dinodai Oleh PETA Academy Taliwang

CDN, Sumbawa Barat– Liga Asa Foundation U-15 Boy yang diselenggarakan oleh PSSI bekerjasama dengan AMMAN telah memasuki babak perempat final.

Hari ini, Sabtu (19/07/2025) di Lapangan Sepakbola kebanggaan Masyarakat Desa Sermong Kecamatan Taliwang, mempertemukan dua club sepakbola terbaik di masing-masing wilayah. Meraran Academy dari Desa Meraran, Kecamatan Seteluk di Leg Pertama babak perempat final bertemu dengan club kebanggaan masyarakat Kecamatan Taliwang PETA Academy.

Meraran Academy yang diarsiteki oleh Christoforus datang dengan rasa percaya diri setelah sebelumnya tidak pernah terkalahkan di 10 pertandingan terakhir. Sementara di kubu PETA Academy yang di arsiteki oleh Syahrol lolos kebabak perempat final setelah hanya satu kali mengalami kekalahan.

Christoforus menurunkan 11 pemain terbaiknya, dimana Wahyu Dinata nomor punggung 6 dipercayakan menjadi kapten kesebelasan. Sementara itu, PETA Academy tetap mempertahankan formasi sebelumnya dan menurut informasi yang diterima oleh media, mereka mendatangkan 2 tenaga baru yang baru kembali dari Jogjakarta.

Semenjak pluit babak pertama ditiup oleh wasit Atmajayadi, kedua tim sama-sama ngotot untuk menciptakan gol, jual beli serangan acap kali dilakukan oleh kedua tim. Meraran Academy yang menggunakan kostum merah kombinasi hitam beberapa kali melakukan serangan, begitupula dengan PETA Akademy, club yang menjadi pencetus berdirinya sekolah sepakbola di Kabupaten Sumbawa Barat ini tidak tinggal diam, mereka berusaha mengendalikan permainan dengan menerapkan strategi menguasai ball posision, permainan satu-dua yang padu dari lini tengah mampu merepotkan pemain bertahan Meraran Academy yang dimandatkan pada Dhirga Faruq Marsuhud nomor punggung 4 dan dua rekannya (Raihan Ronal serta Fatir Aggansyah nomor punggung 11). Berkat ketiga pemain belakang Meraran Academy ini, gawang yang dijaga oleh M. Afgan Rizkillah masih perawan hingga babak pertama berakhir.

Dipinggir lapangan waktu jeda permainan, Christoforus didampingi Manager Tim, Mahmud Hamid serta beberapa asisten (Hariono, Vanes dan Kuspiadi) memberikan arahan pada anak-anak Meraran Academy. Christoforus dengan suara lantang sembari memperlihatkan papan posisi menginstruksikan agar para pemain tampil taktis tanpa beban, ngotot dan tidak terlalu lama memegang bola. Posisi antar pemain diharapkan tidak terlalu berjauhan agar aliran bola tidak dipotong oleh musuh. Beberapa pemain diberikan warning keras oleh Christoforus karena penampilan mereka di babak pertama jauh dibawah performa.

Setelah wasit Atmajayadi meniup pluit tanda babak kedua dimulai, tim kembali berjibaku untuk mencoba merubah kedudukan. Tercatat 2 kali serangan yang digagas lewat pemain sayap Meraran Academy, M. Fitrah Turrohim (15) mampu membahayakan gawang PETA ACADEMY. Dengan tenang, Fitrah yang bertubuh mungil ini mengolah si bola bundar dan mampu mengecoh 1-2 pemain lawan, tidak lama menguasai bola, M. Fitrah memberikan oporan panjang pada Adib Qhurhan nomor punggung 12. Adib yang sudah siap berlari mengejar bola oporan dan langsung melepas umpan lambung pada pemain serang Meraran Academy Wahyu Dinata, namun serangan mereka selalu kandas dan mungkin Dewi Fortuna belum berpihak pada mereka.

Pertengahan babak kedua, para pemain Meraran Academy nampaknya kelelahan dan banyak yang minta untuk digantikan. Keadaan sebaliknya terjadi di PETA ACADEMY Taliwang, para pemain nampak kompak dan konsisten melakukan serangan dari berbagai lini. Tenaga mereka tidak kendor sedikitpun. Alhasil, petaka bagi Meraran Academy terjadi.

Petaka Berawal dari bola mati (sepak pojok, red) yang dipercayakan pada Arya Ade Putra. Arya Ade Putra mengarahkan bola tepat di depan mulut gawang, bola indah yang melengkung tersebut langsung disundul oleh Duta Pahliwa Duana yang nampaknya luput dari pengawasan pemain Meraran Academy, bola sundulan dari Duta Pahliwa Duana persis jatuh ditiang jauh sudut kiri gawang dan tidak bisa dijangkau oleh penjaga gawang. bola melesat dengan keras serta merobek jala gawang yang dijaga oleh M. Afgan Rizkillah. Kedudukan berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan PETA ACADEMY. Gol sendiri tercipta di menit 59 babak kedua. Hingga peluit dibunyikan tanda pertandingan usai. kedudukan tidak berubah. Dengan kejadian tersebut, trand kemenangan 10 kali Meraran Academi harus dinodai oleh PETA ACADEMY.

Atas kejadian tersebut, Christoforus mengakui anak didiknya kalah dari segi stamina. Namun ini belum berakhir, karena masih ada leg-2 yang akan berlangsung Sabtu minggu depan.

Christoforus disela-sela memberikan semangat pada anak asuhnya mengatakan jika para anak didiknya terlalu jumawa atas hasil 10 kali kemenangan, dengan kekalahan kali ini, ia berjanji akan melakukan perbaikan di dalam tubuh tim.

“Tadi kita sudah melihat sendiri bagaiman stamina anak-anak sangat terkuras, selain itu, mentality mereka masih harus diperbaiki. Seharusnya mereka tampil tanpa beban karena mereka sudah masuk dalam zona juara. Namun apa boleh buat, itulah hasilnya,” tukasnya.

Dileg ke-2 nanti, Lanjut Christoforus, kami akan memberikan kejutan besar pada para pendukung Meraran Academy, hasil hari ini sudah menjadi pelajaran untuk diperbaiki pada tampilan leg ke-2 nanti. Christoforus menjanjikan pada para pendukung setia Meraran Academy sebuah kemenangan indah.

Sementara komentar datang dari salah satu pendukung Fanatik Meraran Academy, Suhud yang akrab disapa Abel ini tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, Mantan Penjaga Gawang andalan Desa Meraran di era  2000 ribuan ini mengatakan bahwa anak-anak Meraran Academy kurang taktis dalam permainan, mereka banyak menunggu bola dan tidak cepat mencari area kosong untuk mendapatkan peluang. Abel berharap pelatih membaca permainan di leg 1 ini agar meraih kemenangan di Leg ke 2 nanti. Selain itu, Jon Agus Suhadi, S.Pt., M.M.Inov yang ikut menyaksikan secara langsung permainan hari ini pulang dengan kepala tertunduk. Pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian KSB ini tidak menyangka anak-anak tampil loyo hari ini. Namun ia yakin anak-anak Meraran Academy akan tampil cemerlang di leg ke-2 yang akan berlangsung Sabtu mendatang. 

Sebelum berita ini diturunkan, dapat dilaporkan bahwa Lapangan Sepakbola Desa Sermong dipadati oleh ratusan pendukung kedua tim. Ribuan pasang mata nampak tidak berkedip berharap tim kesayangan mereka pulang membawa kemenangan. (cdn.wan)