Perbendaharaan Buku Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Semakin Kompleks

Perbendaharaan Buku Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Semakin Kompleks

CDN, Sumbawa Barat– Perbendaharaan buku yang mengisi rak-rak di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat saat ini semakin kompleks, berbagai judul buku dengan disiplin ilmu berbeda tentunya semakin memanjakan para pengunjung untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Erna Idawati pada media, bahwa saat ini total judul buku yang ada di Arpusda sekitar 9.231 dengan total jumlah eksemplar 19.436 buah. 9.231 judul buku tersebut dipilah ke dalam 10 disiplin ilmu, Karya Umum : 508 judul buku dengan 1002 eksamplar. Filsafat dan Psikologi : 399 judul buku dengan jumlah eksamplar 773. Agama : 1226 judul buku dengan jumlah eksamplar 2165. Ilmu Sosial : 1988 judul buku, dengan jumlah eksamplar 4663. Bahasa :  156 judul buku dengan jumlah eksamplar 324. Ilmu Murni : 463 dengan jumlah eksamplar 856. Ilmu Terapan : 2220 judul buku dengan juumlah eksamplar 4532. Kesenian dan Olahraga : 625 dengan jumlah eksamplar 1214. Kesusateraan : 1200 judul buku dengan jumlah eksamplar 2590. Sejarah dan Geografi : 446 judul buku dengan jumlah eksamplar 1317.

Meningkatnya jumlah buku dengan berbagai macam judul tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dan berbagai kalangan yang kutu buku untuk berkunjung ke gedung perpustakaan yang belum lama ini diresmikan oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah. Namun data pengunjung yang disodorkan oleh Kadis Arpusda KSB belum menunjukkan peningkatan signifikan, belum sebanding dengan giat dinas tehknis dalam berusaha melengkapi buku-buku yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat. 

Dari data pengunjung, hingga tahun 2024, masyarakat yang berkunjung ke perpustakan daerah baru 31.305 orang dengan pengunjung terbanyak didominasi oleh pelajar (14.731 kunjungan), disusul mahasiswa (5.429 kunjungan) dan diurutan ketiga diisi oleh para pegawai 4771 kunjungan. Dari tahun ketahun (2019-2024, red) jumlah kunjungan belum bisa melewati angka 5 persen dihitung dari jumlah pengunjung dibagi dengan jumlah penduduk x 100 persen.

Atas dasar itulah Hj. Erna akrab kadis disapa beberapa waktu lalu mengatakan bahwa untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat diperlukan keterlibatan semua stakeholder. “ dukungan semua pihak sangat dibutuhkan dalam membangun budaya literasi ini. Sehingga sinergitas yang baik antara pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, Yayasan Pendidikan, NGO dan masyarakat itu sendiri diperlukan dalam upaya kolaboratif membangun budaya literasi. 

Hj. Erna mengatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memanfaatkan perpustakaan dengan koleksi-koleksi yang semakin kaya agar tingkat kunjungan semakin meningkat.

Sementara ditempat terpisah, salah satu guru di Kabupaten Sumbawa Barat berharap agar Perpustakaan Daerah terus berbenah dan mengakselerasikan dirinya dengan perkembangan zaman. sarana prasarana dan improvisasi adalah hal yang wajib dimiliki oleh tenaga keperpustakaan dalam menghadirkan suasana nyaman diperpustakaan. dirinya memberikan contoh, bahwa gedung perpustakaan bukan hanya diisi oleh ruang-ruang yang beirisikan rak buku. Ia berharap agar digedung perpustakaan dihadirkan ruang diskusi dan memanfaatkan lingkungan sebagai tempat membaca, dalam artian tidak hanya berkutat di dalam ruangan. Promosi juga diperlukan agar masyarakat mengetahui kemajuan yang telah dimiliki oleh Perpustakaan Sumbawa Barat saat ini. (cdn.wan)