Melampaui Target, PB Meraran Junior Tembus Babak Final Kandaskan PB Seteluk Rea 3-2. Heyder Gibrani Rimbatara Jadi Hero

Melampaui Target, PB Meraran Junior Tembus Babak Final Kandaskan PB Seteluk Rea 3-2. Heyder Gibrani Rimbatara Jadi Hero

CDN, Seteluk– Pertandingan Open Tournament Camat Seteluk Cup 2025 usia 13 tahun kebawah hari ini, Rabu (26/11/2025) akan menyajikan partai final yang mempertemukan Juara Bertahan PB Meraran Junior melawan PB Rempe Junior yang notabenenya memiliki atlet-atlet handal dan kemampuan merata di setiap sektor pertandingan. 

PB Meraran Junior lolos ke babak final setelah mengandaskan PB Seteluk Rea dengan skor 3-2 dibabak semifinal.

Skuad PB Meraran Junior

Pertandingan antara kedua PB ini berlangsung pada, Selasa (25/11/2025) tepatnya di lapangan dua gedung serbaguna Seteluk. di partai pertama, panitia memainkan sektor ganda putri, PB Meraran menurunkan Fahira/Ufairah Riski Alora. Pasangan ini menang meyakinkan 2-0 dan menyumbangkan 1 point untuk PB Meraran. 

Kekalahan di sektor ganda putri, PB Seteluk Rea meminta pada panitia untuk memainkan sektor tunggal putri. PB Meraran menurunkan atlet cilik mereka Putri Dwinta Maharani atau akrab dipanggil Dita.

Dita tidak bisa berbuat banyak di atas lapangan, dia hanya mampu meraih 4 poin di set pertama dan 3 point di set ke 2. Dia menyerah kalah 2 set langsung, kedudukan menjadi imbang, 1-1 untuk kedua PB.

Kekalahan di sektor tunggal putri, PB Meraran meminta pada panitia opent tournament Badminton camat seteluk cup 2025 untuk memainkan sektor ganda campuran. Disektor ini, PB Meraran mengandalkan pasangan Furqon Irsyad/Kalwa Sonya untuk menyumbangkan point. Benar saja, tanpa halangan berarti, pasangan ganda campuran Furqon/Kalwa Sonya mampu membungkam atlet PB Seteluk Rea Junior 2-0. Atas Kemenangan tersebut, PB Meraran Kemabli unggul dengan kedudukan 2-1.

Nampaknya PB Seteluk Rea tidak putus asa, mereka meminta untuk memainkan sektor ganda putra, taktik ramuan pemain PB Seteluk Rea Junior ternyata tidak meleset, di sektor ini, mereka dapat menyamakan kedudukan setelah atlet badminton mereka berjaya atas pasangan ganda putra PB Meraran Junior Faiq/Rafa. Faiq/Rafa kalah 2 set langsung. Hasil ini membuat skor imbang menjadi 2-2. 

Tibalah di partai penentu kemenangan, sektor terakhir yang belum dimainkan adalah sektor tunggal putra. PB Meraran Junior telah mengantisipasi apabila terjadi kondisi ini, atlet cilik mereka, Heyder Gibrani Rimbatara (Gibran, red) telah disiapkan untuk menjadi Hero di babak semifinal. Gibran berhadapan dengan Yusuf. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Suci dan dibantu oleh hakim garis 1, Nasrul dan Hakim garis 2, Rama.

Diawal set pertama, Yusuf memimpin jalannya pertandingan dengan kedudukan 1-5. Gibran mencoba merubah situasi, atas arahan pelatih Fahri yang duduk di sudut lapangan, Gibran diinstruksikan untuk menempatkan bola ke sisi kiri lawan serta menjaga emosi.

Atas arahan tersebut, Gibran dapat mengimbangi permainan Yusuf, kejar mengejar point terjadi di set pertama, Gibran dapat menyamakan kedudukan di poin 20-20 dan memaksa terjadi jus. Perjuangan Gibran menyamakan kedudukan (20-20, red) nampaknya sia-sia. Yusuf menutup set pertama dengan kedudukan 20-22.

Diset kedua, atlet tunggal junior PB Meraran nampaknya tampil lebih maksimal, ia memimpin set kedua dengan point 6-1, dan konsisten memimpin hingga interval set kedua, kedudukan 11-7. setelah waktu istirahat set kedua usai, Yusuf coba tampil menekan, namun Gibran tidak lengah sedikitpun, dan berhasil menang dengan point 21-18. Permainan sektor ganda putra Haris ditentukan dengan set ke-3. 

Penonton dan pendukung dari kedua PB nampak terus memberikan semangat, teriakan histeris dan aksi-aksi refleks dari penonton menjadi warna tersendiri di partai ini. Penonton dan pendukung kadang-kadang tidak bisa berdiri karena tidak sanggup melawan rasa cemas dan getaran kaki yang sangat kencang.

Gibran yang pada set kedua berhasil menang berusaha untuk meloloskan PB Meraran Junior ke babak final, nampak ia sangat kelelahan dan nafasnya terengah-engah di dalam lapangan. Namun karena memiliki darah atlet badminton dan mental juara dari kakeknya Umar Pisak, Gibran seperti kesetanan diatas lapangan badminton. Dia terus berlari dan berusaha mengembalikan bola-bola sulit dari Yusuf. Tidak jarang dia tampil menekan sembari kombinasi dengan net silang, hasilnya, ia berhasil keluar sebagai pemenang dengan point 21-18. Atas kemenangan Gibran, kedudukan berubah menjadi 3-2 sekaligus menjadi simbol kemenangan PB Meraran Junior atas PB Seteluk Rea Junior. 

Sebelum berita ini diturunkan, partai Final akan dilangsungkan hari ini, Rabu (26/11/2025) pukul  18.40 tepat di gedung serbaguna Seteluk. Partai puncak nanti, akan mempertemukan PB Meraran Junior melawan PB Rempe Junior. Manager tim yang sekaligus pimpinan media cetak dan online CDN dibantu oleh pelatih Fahri optimis PB Meraran akan memberikan perlawanan seru. Walaupun kualitas pemain tidak merata, Manager PB Meraran Junior yakin kemenangan dan dewi fortuna ada pada pihak mereka. (cdn.wan)