KSB Tancap Gas, Program Sapi Bali Digenjot Total

KSB Tancap Gas, Program Sapi Bali Digenjot Total

CDN, Seteluk— Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tak ingin setengah hati mendorong sektor peternakan sebagai penopang ekonomi masa depan. Melalui Bidang Peternakan Dinas Pertanian, langkah konkret kini dipacu, seluruh Kelompok Tani Ternak (KTT) dalam program KSB Maju Luar Biasa Klaster Agribisnis Sapi Bali didorong menyiapkan lahan untuk penanaman rumput gajah super, pakan unggulan yang digadang menjadi kunci keberhasilan program.

Tak sekadar instruksi di atas kertas, tim peternakan bahkan turun langsung ke lapangan. Pendampingan intensif dilakukan di sejumlah kelompok, seperti KTT Burely Farm, Desa Seteluk Tengah dan KTT Maju Bersama di Desa Meraran, Kecamatan Seteluk. Di sana, proses persiapan lahan sudah berjalan.

Kepala Bidang Peternakan, Amiruddin, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Jamilatun, menegaskan bahwa hampir seluruh kelompok kini berada pada tahap finalisasi lahan. Tahap berikutnya adalah distribusi bibit rumput gajah super yang dijadwalkan mulai pekan depan.

“Bibit yang dibagikan bukan sembarang bibit. Ini sudah melalui uji tanam di demplot dan terbukti tumbuh optimal. Kandungan nutrisinya tinggi dan diharapkan mampu menjamin ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan,” jelas Amiruddin.

Langkah ini menjadi krusial. Selama ini, persoalan klasik peternak adalah ketersediaan pakan, terutama di musim tertentu. Kehadiran rumput gajah super diharapkan memutus ketergantungan tersebut sekaligus meningkatkan produktivitas ternak.

Lebih dari itu, pemerintah juga menyiapkan sistem pendampingan berlapis. Sedikitnya lima tenaga ahli akan diterjunkan, mulai dari pakar peternakan, dokter hewan, hingga spesialis pakan. Tak hanya itu, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut dilibatkan untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal, bahkan hingga 24 jam.

Dengan formasi tim yang solid, optimisme pun menguat. Program ini diyakini mampu menjadi fondasi lahirnya bibit sapi unggulan yang nantinya masuk dalam skema penggemukan.

Di balik itu, ada misi besar yang tengah dibangun. Program KSB Maju Luar Biasa Klaster Agribisnis Sapi Bali Betina dirancang sebagai strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mengantisipasi berakhirnya era tambang pada 2030.

Namun, di lapangan, harapan juga disertai catatan kritis. Ketua KTT Maju Bersama, Irawansyah, mengakui koordinasi antar pihak sejauh ini berjalan baik. Instruksi dari kabupaten mampu diterjemahkan hingga tingkat kelompok.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya komitmen penuh dari pemerintah daerah.

“Kalau istilahnya, sudah kepalang basah maka lebih baik mandi sekalian’. Programnya bagus, tapi harus all out. Jangan sampai setengah jalan seperti program penggemukan sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar bantuan pemerintah tidak disalahgunakan. Pendampingan yang intens dinilai menjadi kunci agar kelompok tetap disiplin dan fokus pada tujuan program.

Dengan segala kesiapan yang ada, mulai dari lahan, bibit unggulan, hingga tim pendamping program ini kini berada di titik krusial. Berhasil atau tidaknya, akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengawalan di lapangan.

Jika berhasil, KSB tak hanya keluar dari bayang-bayang sektor tambang, tetapi juga mampu berdiri kokoh sebagai daerah agribisnis peternakan yang mandiri. (cdn.wan)