Langkah Pebulutangkis KSB Furqon Irsyad Terhenti, Furqon : “Terlalu Banyak Time Out”

Langkah Pebulutangkis KSB Furqon Irsyad Terhenti, Furqon : “Terlalu Banyak Time Out”

CDN, Mataram– Pertandingan Badminton Tingkat Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Gedung Badminton Warna Agung telah usai dan telah menghasilkan para juara di masing-masing kelas.

Salah satu atlet Badminton Furqon Irsyad Sukmana siswa yang baru saja lulus Sekolah Dasar di Kabupaten Sumbawa Barat itu ikut berkompetisi di kelas Tunggal Anak-Anak Putra (TAPA).

Dibabak penyisihan, Furqon bertemu dengan atlet dari PB. Junior Badminton Club, Ahmad Aqeel Tsany. Pertandingan antara Furqon vs Aqeel berlangsung dilapangan 1. Gedung Warna Agung sendiri memiliki 5 lapangan, pada Kejurprov PBSI NTB ini, kelima lapangan tersebut habis digunakan oleh para atlet-atlet dari berbagai Kabupaten yang ada di NTB. 

Jalannya Pertandingan Set 1

Diawal set pertama, Furqon yang datang menyebrang laut berhasil mengimbangi permainan apik dari Aqeel, bahkan Furqon sempat unggul 8-2 atas Aqeel. Penempatan shuttlecock sulit menurut aqeel dapat dikembalikan sempurna oleh Furqon. Bahkan, pengembalian dari Furqon dapat merepotkan Aqeel dan terpaksa hanya berusaha mengembalikan tanpa menempatkan shuttelcock pada bidang yang tepat, pengembalian shuttelcock yang tidak cermat  dari Aqeel dimanfaatkan oleh Furqon dengan melakukan smesh silang keras ke bidang kosong. Pada interval set pertama, Furqon memimpin 11-5 atas Aqeel. Setelah masing-masing pemain beristirahat dan diberikan masukan oleh masing-masing pelatih, kedua pemain melanjutkan permainan.

Furqon tetap mempertahankan strategi awal dengan mengembangkan permainan lop keras disusul drop shot silang tajam. Sementara Aqeel berusaha mengimbangi permainan Furqon. Atlet PB. Junior Badminton Club ini secara tehknik lebih unggul 1 tingkat atas Furqon, tapi keuletan dan ketenangan Furqon membuyarkan tehknik yang dimiliki Aqeel, Aqeel menyerah dengan poin 21-9.

Pada Set kedua, Aqeel dapat memimpin dan meninggalkan Furqon dengan point 0-3. Furqon sendiri tidak tinggal diam, ia berusaha kuat dan sesekali melakukan serangan opensif untuk melakukan tekanan pada Aqeel, perjuangan atlet PB. Perkasa Taliwang tersebut berbuah manis, ia dapat mengimbangi permainan Aqeel. Aqeel dapat menyudahi perlawanan gigih Furqon di Interval set kedua dengan kedudukan 11-9. 

Setelah interval, seperti mendapat angin dari arahan pelatih, Furqon kembali coba menerapkan strategi awal sembari menunggu kesempatan emas untuk melakukan serangan. Strategi ini berhasil, Furqon mengungguli Aqeel dengan point 19-15. Atas keadaan ini, Aqeel terlihat frustasi, ia harus jatuh bangun berjuang mengembalikan   shuttelcock dari Furqon. Bahkan ia beberapa kali meminta time out pada wasit dan diberikan oleh wasit. Permainan diakhir babak keduapun sempat terhenti karena Aqeel harus menerima perawatan dari tim medis, Setelah menerima perawatan yang cukup lama, tenaga Aqeel kembali pulih seperti awal set pertama. Dramapun terjadi, Aqeel dapat menyamakan kedudukan 20-20 dan memaksa kemenangan lewat jus. Furqon menyerah dengan kedudukan 21-23. Kemenangan harus ditentukan lewat rubber game.

Diset Ketiga, Furqon nampak patah semangat, Atlet PB. Perkasa Taliwang ini kelihatan tidak bersemangat dan harus menyerah 14-21. Atas kejadian tersebut, kepada media Furqon sangat menyesalkan tindakan wasit yang selalu mengizinkan Aqeel time out.

“Bahkan dipoint-point kritis seperti set kedua, permainan harus terhenti panjang karena ia mengerang kesakitan ditepi lapangan, padahal saya tinggal meraih 2 point untuk menjadi pemenang. Saya kehilangan moment akibat banyak time out, selain itu, perut saya kembung akibat terlalu banyak istirahat,” Tutup Furqon. (cdn.wan)