Dinas Perikanan KSB Percepat Verifikasi Data Pembudidaya Ikan di Kecamatan Poto Tano

Dinas Perikanan KSB Percepat Verifikasi Data Pembudidaya Ikan di Kecamatan Poto Tano

CDN, Taliwang– Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat terus melanjutkan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data pembudidaya ikan penerima manfaat program asuransi jiwa BPJS Ketenagakerjaan. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Brang Rea dan Jereweh, kegiatan kini menyasar Kecamatan Poto Tano sebagai lokasi pelaksanaan hari kedua.

Kegiatan verval tersebut berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan melibatkan tim enumerator dari Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat. Fokus utama kegiatan adalah memastikan data para pembudidaya ikan yang terdaftar dalam program perlindungan sosial benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan, mengatakan kegiatan verifikasi dan validasi merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha budidaya ikan.

Menurutnya, akurasi data menjadi faktor penting agar program perlindungan asuransi jiwa dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pembudidaya ikan.

“Verifikasi dan validasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh penerima manfaat program asuransi jiwa benar-benar sesuai dengan data dan kondisi riil di lapangan,” ujar Agus Purnawan.

Dalam kegiatan di Kecamatan Poto Tano, tim enumerator menyasar enam desa, yakni Desa Tuananga, Kiantar, Senayan, Tebo, UPT Tambak Sari, dan Kokarlian. Setiap desa dikunjungi langsung untuk melakukan pemeriksaan administrasi serta pengecekan data penerima manfaat.

Tim verval dipimpin oleh Koordinator Ahli Afwan, S.Pi., M.M.Inov dengan melibatkan dua enumerator, yaitu Julisa Kurnianti, S.Pt dan Rustamadi Harisman, S.Pt. Mereka melakukan pendataan secara langsung terhadap para pembudidaya ikan yang telah terdaftar dalam sistem BPJS Ketenagakerjaan.

“Selain melakukan pemeriksaan administrasi, kegiatan ini juga melibatkan Agen Gotong Royong (AGR) dan perangkat desa setempat. Kehadiran AGR dinilai sangat membantu dalam mempertemukan tim enumerator dengan masyarakat pembudidaya ikan di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Agus Purnawan menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan AGR menjadi kunci utama kelancaran proses verval. Dengan dukungan semua pihak, pemerintah optimistis seluruh data penerima manfaat dapat diverifikasi secara maksimal tanpa ada yang terlewat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, terutama perangkat desa dan AGR yang telah membantu menyukseskan program ini. Sinergi yang baik antara semua pihak menjadi modal penting agar program perlindungan asuransi jiwa ini dapat tepat sasaran,” katanya.

Menariknya, kegiatan verval kali ini telah didukung sistem pendataan berbasis digital melalui aplikasi mobile. Tim enumerator dapat langsung menginput data penerima manfaat menggunakan smartphone di lokasi kegiatan.

“Data yang dimasukkan ke dalam aplikasi akan tersimpan secara otomatis dan dapat dipantau secara real-time melalui dashboard digital. Sistem tersebut membuat proses pembaruan data menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien dibandingkan metode manual sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Agus Purnawan, penggunaan aplikasi digital tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik di sektor perikanan budidaya. Selain mempercepat proses pendataan, sistem digital juga membantu meningkatkan akurasi data serta mempermudah monitoring perkembangan kegiatan verval di lapangan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan verifikasi dan validasi yang dilaksanakan di berbagai kecamatan dapat berjalan lancar sehingga proses penyaluran perlindungan asuransi jiwa bagi pembudidaya ikan dapat segera direalisasikan.

“Program perlindungan asuransi jiwa bagi pembudidaya ikan ini merupakan bagian dari program Sumbawa Barat Maju Layanan Maju Perikanan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelaku usaha budidaya ikan di daerah tersebut,” pungkasnya. (cdn.wan**)