Dinas Perikanan KSB akan Fokus Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Dinas Perikanan KSB akan Fokus Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

CDN, Taliwang– Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bakap mengawali Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa di sektor perikanan dengan fokus pada pengembangan budidaya ikan air tawar. Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi perikanan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami di Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa ini akan fokus kepada budidaya ikan air tawar di tahap awal ini,” terang kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan.

Ia menjelaskan, pada fase jangka pendek tahun ini pemerintah ingin mendorong peningkatan produksi ikan air tawar agar mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal. Berdasarkan data Dinas Perikanan, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat KSB mencapai sekitar 6.580 ton per tahun.

Sementara itu, produksi perikanan yang dihasilkan dari sektor perikanan laut maupun darat saat ini baru mencapai sekitar 5.416 ton per tahun. Kondisi tersebut menyebabkan KSB masih mengalami defisit produksi ikan sekitar 1.400 ton per tahun.

Menurut Agus, selisih kebutuhan dan produksi tersebut menjadi potensi pasar yang besar bagi pengembangan budidaya ikan air tawar di daerah. “Ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di daerah,” cetusnya. 

Pada tahap awal pelaksanaan program ini, Dinas Perikanan akan memaksimalkan pemanfaatan kolam-kolam aktif milik pembudidaya sebagai pemicu pengembangan usaha budidaya yang lebih luas. Agus mengatakan, fakta di lapangan, banyak masyarakat yang memiliki kolam ikan, namun belum dikelola secara optimal untuk kegiatan usaha. “Selama ini banyak yang masih sebatas hobi, belum berorientasi pada ekonomi dan bisnis. Padahal peluang pasarnya cukup besar,” ujar Agus. 

Untuk mendukung program tersebut, Agus menyampaikan, di tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran lebih dari 400 ribu bibit ikan kepada masyarakat. Dengan asumsi tingkat keberhasilan panen yang optimal, program itu diperkirakan mampu menghasilkan produksi hingga 50 ton ikan. “Kalau ini berhasil minimal untuk kebutuhan konsumsi ikan air tawar kita terpenuhi,” tukasnya. 

Agus Purnawan

Selain meningkatkan produksi, Agus menambahkan, pihaknya juga berupaya membuka akses pasar bagi hasil budidaya masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjajaki peluang kerja sama pemasaran untuk memenuhi konsumsi di industri tambang Batu Hijau di samping memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal. “Kendala utama kita memang pasar. Karena itu kami mulai mencari peluang pasar, termasuk ke Batu Hijau,” ungkapnya.

“Melalui program ini, tentu kita berharap budidaya ikan air tawar di KSB dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sektor ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Agus. (cdn.wan**)