KSB Maju Luar Biasa: Program Pembibitan Sapi Bali Masuk Fase Implementasi

KSB Maju Luar Biasa: Program Pembibitan Sapi Bali Masuk Fase Implementasi

CDN, Seteluk– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan melalui Program KSB Maju Luar Biasa Klaster Agribisnis Pembibitan Sapi Bali.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman rumput gajah oleh Kelompok Tani Ternak (KTT) Maju Bersama di Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kamis (7/5/2026). Kegiatan itu menjadi tahap awal pelaksanaan program pembibitan sapi Bali yang disiapkan secara bertahap dan terintegrasi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sektor peternakan berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan visi dan program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat dalam membangun sektor peternakan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian telah membentuk delapan Kelompok Tani Ternak yang akan difokuskan pada pengembangan indukan atau pembibitan sapi Bali.

Setiap kelompok nantinya akan menerima bantuan dua ekor sapi pejantan dan sekitar 40 ekor sapi betina siap bunting. Namun, sebelum bantuan ternak disalurkan, kelompok diwajibkan menyiapkan lahan dan ketersediaan pakan melalui penanaman rumput gajah.

“Setiap kelompok terlebih dahulu diberikan bibit rumput gajah untuk ditanam di lahan kelompok masing-masing. Setelah sekitar tiga bulan dan rumput siap panen, baru sapi-sapi indukan akan diserahkan,” jelasnya.

Menurut Jamilatun, kesiapan lahan menjadi syarat utama dalam program tersebut karena sistem pemeliharaan yang diterapkan menggunakan pola umbaran atau pemeliharaan ternak dengan ruang gerak bebas dan alami.

“Sapi-sapi ini tidak dipelihara dalam kandang sempit, tetapi dengan sistem umbaran. Karena itu, lahannya harus luas agar ternak bisa tumbuh sehat dan produktif,” katanya.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan ternak, tetapi juga membangun sistem peternakan sapi Bali yang terintegrasi mulai dari pembibitan hingga hilirisasi.

Dalam konsep tersebut, kelompok pembibitan bertugas menghasilkan pedet atau anak sapi hingga berusia sekitar delapan bulan. Selanjutnya, pedet akan diserahkan kepada sembilan Kelompok Tani Ternak lainnya yang difokuskan pada proses penggemukan.

Untuk tahap penggemukan, sapi dipelihara selama kurang lebih tujuh bulan hingga mencapai usia sekitar satu setengah tahun dengan target bobot minimal sekitar 200 kilogram sebelum dibesarkan kembali hingga mencapai berat ideal sekitar 350 kilogram.

Setelah mencapai bobot ideal, sapi akan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) hilirisasi untuk dilakukan proses pemotongan.

“Ini adalah konsep hilirisasi peternakan yang terintegrasi mulai dari pembibitan, penggemukan hingga pemotongan,” terang Jamilatun.

Guna memastikan program berjalan sesuai perencanaan, Dinas Pertanian juga menyiapkan sistem pendampingan berlapis bagi kelompok tani ternak.

Sebanyak tiga fasilitator akan ditempatkan di setiap kecamatan, masing-masing untuk bidang kesehatan hewan, budidaya ternak, dan pakan ternak. Para fasilitator tersebut juga akan mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga ahli Universitas Mataram.

Selain itu, pengawasan program turut melibatkan unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.

“Kami ingin program ini tetap berjalan on track dan meminimalisir potensi penyimpangan di lapangan,” tegasnya.

Jamilatun serta Kepala Bidang Peternakan didampingi Fasilitator, Penyuluh dari KCD Peternakan Seteluk mempraktekkan cara tanam rumput gajah pada anggota kelompok, jarak ideal dan memperhitungkan kondisi topografi medan. Ini penting agar tanaman tidak terendam air serta menghindari persentasi kegagalan tumbuh bibit rumput gajah. 

Sementara itu, Ketua KTT Maju Bersama, Irawansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat atas dukungan terhadap kelompok peternak di daerahnya.

Ia menyatakan kesiapan kelompoknya untuk menyukseskan program pembibitan sapi Bali demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat. Kami siap mendukung dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, dimulainya penanaman rumput gajah menjadi penanda bahwa program pengembangan klaster agribisnis pembibitan sapi Bali telah memasuki tahap awal pelaksanaan.

Ia berharap program tersebut mampu mendorong lahirnya sektor peternakan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebelum berita ini diturunkan, Kegiatan Penanaman Bibit rumput gajah di KTT Maju Bersama adalah kegiatan penanaman perdana di cluster Agribisnis Peternakan Pembibitan Sapi Bali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Meraran, KCD, Penyuluh, Fasilitator dan puluhan anggota kelompok. (cdn.wan)