
CDN, Sumbawa Barat– Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan XVII (PEDA KTNA XVII) yang berpusat di Kabupaten Sumbawa Barat telah usai, PEDA KTNA XVII dinilai sukses dan yang paling membanggakan adalah, Kabupaten Sumbawa Barat keluar sebagai juara umum.
Dibeberapa mata lomba, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil keluar sebagai juara satu, diantaranya disegmen lomba gelar tekhnologi atau temu karya. Segmen ini memiliki gengsi sendiri, dimana para petani menampilkan dan mempresentasikan temuan-temuan tekhnologi dan inovasi yang bermanfaat dibidang pertanian.
Adapun temu karya yang dibuat oleh petani Sumbawa Barat adalah alat pengendali hama padi siang dan malam, alat ini dinamai Paha Simala.

“Alat ini (Paha SiMala, red) ditemukan oleh petani kita dari Kecamatan Brang Rea, alat ini berfungsi mengendalikan hama serangga padi (iduk hama) dan menggunakan sistem kerja yang cukup canggih namun biaya yang relatif murah dan bisa dijangkau oleh para petani. Alat ini dapat difungsikan pagi dan malam menggunakan timer yang diatur secara otomatis, bahan bakunya dapat dijumpai di pasar-paras lokal,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Jamilatun, SP., M.M.Inov diruang kerjanya, Senin (06/10/2025).
Selain bahan baku dapat dijumpai dipasar lokal, alat ini juga sangat murah dan apabila diproduksi secara massal makan harganya dapat dijangkau oleh petani. Alat ini dibuat sesederhana mungkin sehingga menekan biaya pembuatan. Harga Paha SiMala dibawah Rp. 1.000.000,-. Lanjut Jamilatun, Pembuatan alat pengendali hama ini melibatkan petani millenial, keterwakilan petani wanita dan petani dewasa dari Brang Rea. Paha SiMala dapat bekerja secara otomatis tanpa perlu pengawasan manual.
“Para tim juri saat itu sangat tertarik dengan temu karya ciptaan petani Sumbawa Barat, spesialnya karena alat ini dapat diatur waktu penggunaannya, dan ini temuan terbarukan dan belum ada di NTB. Alat ini juga dapat menekan penggunaan pestisida kimia yang dapat mengganggu lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia, serta daya tahan alat dapat digunakan hingga 3 tahun.” imbuh Jamilatun.
Kepala Dinas Pertanian KSB berharap temuan ini dapat bermanfaat bagi petani di Sumbawa Barat sekaligus dapat mengangkat nama Kabupaten Sumbawa Barat diajang Pekan Nasional KTNA XVII (PENAS KTNA XVII) yang direncanakan dipusatkan di Gorontalo bulan Juni 2026.
“Semoga kita dapat mengulangi kesuksesan tahun 2023 lalu, saat itu KSB mewakili NTB diajang PENAS XVI yang berpusat di Kota Padang (Sumatera Barat), KSB keluar sebagai juara 1 disegmen lomba gelar tekhnologi temu karya. Ini adalah untuk kedua kalinya KSB mewakili NTB di mata lomba gelar tekhnologi dan mata lomba ujung tangkas. Semoga petani kita kembali mengharumkan nama KSB diajang nasional,” pungkas Jamilatun.
Tentunya KSB melalui Dinas Pertanian telah memiliki pengalaman yang cukup di ajang PENAS, dari pengalaman pertama tersebut, Kadis Pertanian KSB sejauh ini tengah mempersiapkan segala hal yang sekiranya dirasa masih perlu disempurnakan, misalnya tekhnologi temuan petani (Paha SiMala, red).
“Akan ada penyempurnaan dibidang makalah dan presentasi. Selain itu, daya tahan dan efektivitas jumlah alat untuk 1 Ha sedang dikaji lagi, saat ini untuk 1 Ha petani cukup memasang 2 alat Paha SiMala,” tukas Jamilatun
Diakhir wawancaranya cara, Jamilatun mohon dukungan warga Sumbawa Barat, semoga di PENAS XVII yang berpusat di Gorontalo bulan Juni 2026 nanti, Kabupaten Sumbawa Barat dapat mengharumkan nama NTB sekaligus membuktikan bahwa petani KSB adalah petani yang melek teknologi serta haus akan inovasi baru.
PENAS merupakan ajang tiga tahunan yang mempertemukan lebih dari 40.000 petani, nelayan, penyuluh, dan penggiat pertanian dari seluruh nusantara. Agenda nasional ini akan diisi dengan pameran alat mesin pertanian, forum diskusi, promosi produk unggulan desa, festival seni rakyat, hingga temu wicara bersama Presiden RI. (cdn.wan)






