CDN, Poto Tano — Pemerintah Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat ikut turun lapangan guna memberikan edukasi pada masyarakat tentang arti penting menjaga lingkungan demi terciptanya ekosistem yang sehat.
Aksi nyata ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Kamis 05 Juni 2025.
Kepala Desa Senayan, H. Djunaidi pada media mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini diikuti oleh seluruh staf dan perangkat desa, berbaur dengan para siswa SD, SMP, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Adapun lokasi tempat melakukan aksi bersih lingkungan dari sampak palstik dimulai dari perbatasan Kecamatan Poto Tano dengan Kecamatan Seteluk.

H. Djunaidi menegaskan komitmen Desa Senayan mendukung program Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang baik.
“Berdasarkan data yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten lewat Dinas Lingkungan Hidup, bahwa capaian pengelolaan lingkungan hidup KSB menunjukkan hasil menggembirakan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai angka 80,92 (kategori baik), tertinggi di NTB. Ini adalah prestasi yang bagus dan harus dipertahankan. Cara mempertahankan yakni dengan apa yang kami lakukan saat ini.” Ujar Kades yang dikenal sederhana ini.
Seperti data yang didapatkan dari Dinas Lingkungan Hidup KSB, capaian pengelolaan lingkungan hidup KSB juga menunjukkan hasil menggembirakan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai angka 80,92 (kategori baik), tertinggi di NTB. Indeks kualitas udara mencapai 94,84 (sangat baik), kualitas lahan 93,48 (terbaik di NTB), dan kualitas air 58,62 (kategori sedang), tetap unggul di tingkat provinsi.

H. Djunaidi berharap pada semua masyarakat KSB khususnya warga Desa Senayan untuk tetap mempertahankan kearifan lokal dalam derasnya pengaruh globalisasi di era modern saat ini. Menurut H. Djunaidi, saat ini banyak sekali sampah plastik yang tidak bisa diurai, kebanyakan sampah plastik berasal dari limbah rumah tangga dan prilaku tidak baik dari ritel-ritel modern.
“Semoga ada aturan terbarukan yang dikeluarkan oleh Pemda terkait pengawasan penggunaan kemasan plastik. Aturan itu harus dijalankan lengkap dengan sangsi yang diberikan, bila tidak diterapkan maka sangat mengkhawatirkan dikemudian hari.” pungkas H. Djunaidi.
Diakhir keterangannya, H. Djunaidi mengatakan pada semua pejabat dan para pelayan masyarakat untuk bertidak seperti orang yang berfikir, dan berfikirlah seperti orang yang bertindak. (cdn.wan)






