BRIDA KSB Sosialisasi Penemuan Inovasi Teknologi Karya Cipta Lokal KSB

BRIDA KSB Sosialisasi Penemuan Inovasi Teknologi Karya Cipta Lokal KSB

CDN, Sumbawa Barat– Pelan namun pasti, Badan Riset dan Inivasi Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (BRIDA KSB, red) mulai menjalankan program yang telah disusun untuk sebesar-besarnya memberikan kemudahan pada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

BRIDA KSB sebagai badan yang diberikan amanah mencari, memperkenalkan dan menerapkan berbagai temuan tehknologi terbarukan kini sedang gencar melakukan sosialisasi Ujicoba dan Penerapan Rancang Bangun Alat Inovasi Teknologi di 8 (delapan desa) yang ada di KSB.

Kepala BRIDA KSB, Agus, S.Pd.,M.M. melalui Kepala Bidang Inovasi dan teknologi, Indra Jaya, S.Pt mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini dimulai dari tanggal 10 februari 2025 dan dijadwalkan berakhir 20 februari 2025.

“Sosialisasi Ujicoba dan Penerapan Rancang Bangun Alat Inovasi Teknologi ini menyasar 8 desa dan memperkenalkan 3 inovasi yang dapat dipraktekkan dan dimanfaatkan ileh masyarakat KSB. ketiga inovasi tersebut diantaranya, Si PINTAS, RUMPOS dan TASORTA serta Alat Tanam Padi hasil karya warga Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkas Indra Jaya melalui handphone seluler, Kamis (27/02/2025).

Ketiga karya tersebut diciptakan olah sumber daya lokal Kabupaten Sumbawa Barat. Lanjut Indra, Si PINTAS diciptakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Asy-Syifa (RSUD Asy-Syifa, red). Si Pintas merupakan akronim dari (Sistem Informasi Pendaftaran Tanpa Antri).

“Si PINTAS merupakan inovasi berbasi teknologi yang diciptakan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat. Si PINTAS fokus pada transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan efisien. Si PINTAS hadir sebagai pengembangan dari inovasi sebelumnya, “SEBAR PESONA”, yang telah mengadopsi sistem berbasis QR Code untuk pendaftaran, pelaporan, dan manajemen aset. Dengan adanya Si PINTAS, pasien rawat jalan kini bisa mengakses jalur khusus saat pendaftaran, sehingga pelayanan menjadi lebih efisien, cepat, dan nyaman.” ujar Indra Jaya.

Sementara untuk inovasi teknologi lingkungan, telah diciptakan RUMPOS dan TASORTA. RUMPOS dan TASORTA adalah inovasi dibidang pengelolaan sampah hasil karya dari Komunitas Hijau Biru (KHB) KSB.

RUMPOS sendiri merupakan akronim dari Rumah Kompos Sekolah, sementara TASORTA meruoakan singkatan dari Tabungan Sampah Organik Rumah Tangga.

RUMPOS diciptakan untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pengolahan sampah organik menjadi pupuk berkualitas. TASORTA sendiri meruapakn Sistem tabungan berbasis sampah organik yang mengubah limbah menjadi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“terkhusus bagi TASORTA, TASORTA diyakini sangat membantu mereduksi sampah organik menuju TPA, dan dapat meringankan beban petugas sampah dalam mengumpulkan dan mengangkut sampah. Mereka tidak lagi mengangkut sampah yang berbau karena sudah diolah dengan sistem TASORTA. TASORTA merupakan teknik pengolahan sampah organik menggunakan alat berbentuk tabung dari limbah ember cat yang dibenamkan di dalam tanah yang ditempatkan di halaman rumah. Bagian bawah ember dibuang sehingga sampah organik yang ditabung langsung menyentuh tanah dan bagian atas tertutup untuk menghilangkan bau. Jadi sampah organik yang berbau busuk sekalipun seperti sampah ikan, jeroan ayam, nasi basi, sayur basi dan sebagainya bisa dimasukkan ke dalam TASORTA-20,” beber Indra Jaya menjelaskan kembali sistem kerja TASORTA yang diciptakan oleh Komunitas Hijau Biru (KHB) KSB.

Sementara untuk alat tanam padi yang diciptakan oleh Ramli, alat tanam ini dapat membantu para petani, alat ini secara tidak langsung telah mengubah pola tanam tradisional menuju ke tingkatan yang kebih modern.

“Hasil temuan alat tanam padi ini telah mengubah cara tanam padi yang biasanya dilakukan dengan tenaga manusia, kini dapat beralih dengan menggunakan alat yang diciptakan oleh saudara Ramli ini. Alat ini dirancang untuk mengifesiensi waktu tanam, mengurangi biaya tanam dan merubah pola tanam dari tradisional menuju pila tanam yang dianjurkan oleh pertanian.” beber Indra Jaya.

Kesemua hasil cipta karya inovasi teknologi ini lahir dari tangan dingin putra dan putri KSB, temuan-temuan ini ditemukan setelah sebelumnya BRIDA KSB melakukan ajang kontes temu cipta inovasi tehnologi baru.

“Kini ketiga temuan itu tengah kami sosialisasikan pada 8 desa yang ada di KSB, manfaat dan daya guna serta cara menggunakannya langsung dijelaskan dan dipresentasikan oleh penemunya.” tutup Indra Jaya.

Indra Jaya berharap dengan kegiatan sosialisasi Ujicoba dan Penerapan Rancang Bangun Alat Inovasi Teknologi yang dilakukan oleh BRIDA KSB dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan, mengurangi biaya pertanian dan menghadirkan inovasi hijau berkelanjutan untuk lingkungan asri di KSB. (cdn.wan)