CDN, Sumbawa Barat– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa Barat memberikan apresiasi atas reaksi warga atas tindakan yang diambil merespon meluapnya air di salah satu desa yang ada di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat beberapa hari yang lalu. Warga salah satu desa memblokade ruas jalan Senayan-Lamusung karena ditenggarai menjadi sebab terjadinya banjir di Desa Lamusung.
Kepala Dinas Perumahan Umum Kabupaten Sumbawa Barat (DPUPR KSB), Syahril, ST., M.Si melalui Kepala Bidang Bina Marga, Burhanuddin, ST. mengatakan bahwa tindakan spontan warga adalah hal yang lumrah, namun yang menjadi perhatian bersama adalah saat ini wilayah NTB dilanda bencana hidrometeorologi (musim penghujan ekstrem) .
“Secara tehknis, pembangunan jalan yang berada di jalur Desa Senayan hingga Desa Lamusung tersebut telah dikaji. Namun perlu diingat, bahwa tidak semua hal yang ilmiah dapat berjalan 100 persen, ada faktor lain yang bisa mengubah jalannya cerita yang dibuat,” pungkas Burhanuddin.
Jauh hari DPUPR melalui Bidang Bina Marga menganggarkan saluran drainase samping kanan-kiri jalan. Bahkan, pengerjaan saluran drainase tersebut akan dilaksanakan tahun ini menggunakan APBD murni dengan nilai pekerjaan 5 M lebih.
“Apa yang menjadi keinginan masyarakat salah salah satu desa pada aksi pemblokiran jalan tersebut sudah kami tuangkan jauh hari dalam bentuk pekerjaan, namun tentu kita tidak bisa melaksanakan pekerjaan itu secara bersamaan. Ada yang harus diprioritaskan, misalnya mengerjakan badan jalan hingga dihotmik seperti saat ini, baru tahap keduanya pengerjaan saluran drainase kanan-kiri jalan,” ujar Burhanuddin.
Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga bahkan telah merancang pembangunan saluran pembuang. Itu diambil untuk menghindari luapan air, namun sayang bahan yang digunakan untuk digunakan sebagai saluran pembuang tidak ada di Pulau Sumbawa, bahan tersebut harus dipesan di Pulau Lombok. Sebelum barang yang dibutuhkan sampai, curah hujan yang tinggi datang terlebih dahulu. Atas kejadian ini, Dinas PUPR akan mengambil alternatif kedua dengan jalan tidak menggunakan bahan perencanaan awal namun menggunakan gorong-gorong dengan kualitas dan fungsi sama.
Hal tersebut diatas telah dijelaskan oleh Kepala Bidang Bina Marga pada Kepala Kecamatan Seteluk, Kepala Desa Senayan, Kepala Desa Tapir, Kepala Desa Air Suning dan Kepala Desa Lamusung dipertemuan (rapat, red) yang dilaksanakan hari ini, Kamis (30/01/2025), di Kantor Camat Seteluk.
Saya langsung turun berdiskusi dan bertemu dengan camat dan 4 Kepala Desa, saya telah melihat kondisi lapangan, alhamdulillah blokir jalan sudah tidak ada dan kami akan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa bidang tehknis yang ada di PUPR untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Lanjut Burhanuddin, “InsyaAllah kami akan bertindak cepat,” imbuh Bur.
Dari kejadian tersebut (banjir, red) didapati beberapa fakta baru dilapangan, fakta ini baru muncul setelah adanya luapan air beberapa hari yang lalu. Fakta inilah yang menjadi bahan rapat untuk dievaluasi oleh beberapa bidang tehknis di PU.
Burhanuddin berharap pada masyarakat untuk tetap memantau proses pengerjaan pembangunan jalan lintas Senayan-Lamusung hingga selesai, sembari memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk suksesnya pembangunan daerah. (cdn.wan)






