CDN, Sumbawa Barat– Kepala Desa Kelanir, Muslihin akhirnya buka suara atas isu kurang sedap yang ditujukan pada Pemerintah Desa Kelanir baru-baru ini.
Isu hilangnya pipa HDPE dan pompa air tenaga surya yang berlokasi di sumber mata air Ai Mual Desa Kelanir dibantah keras oleh Muslihin. Pada media, Senin (27/01/2025), Kades Kelanir, Muslihin menjelaskan secara rinci perjalanan awal hingga dihentikannya pengoperasian Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bersumber dari mata air Ai Mual.

“Program Pamsimas ini berlangsung sekitar tahun 2019, program pamsimas bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Awalnya pamsimas ini diharapkan dapat membantu masyarakat dua dusun (Dusun Sedong Atas dan Dusun Sedong Bawah, red) mendapatkan akses air bersih dan sanitasi layak. Namun tujuan itu tidak bisa terwujud seiring sumber mata air yang selalu kering dimusim kemarau,” pungkas Muslihin.
Pamsimas yang bersumber dari Ai Mual ini awalnya dibangun untuk membantu masyarakat yang ada di Dusun Sedong Atas dan Sedong Bawah, Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Lanjut Muslihin, namun karena kapasitas air yang kurang kuat (hanya mengandalkan debit air hujan dalam penampungan), serta ditambah tidak adanya proses pengeboran, akhirnya pasilitas yang ada di Ai Mual menjadi terbangkalai dan tidak optimal.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan alat menjadi rusak, akhirnya peralatan berupa pipa HDPE, pompa air beserta panel surya disimpan dan diamankan di Kantor Desa,” ujar Muslihin.
Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih masyarakat, dan tidak efektifnya program Pamsimas di Ai Mual, Pemerintah Desa Kelanir mengusulkan pada Pemerintah Daerah untuk membangun sumur bor dalam di Desa Kelanir. “Usulan itu ternyata direalisasikan oleh Pemerintah Daerah, dan pada tahun 2024 lalu, sumur bor dalam telah beroperasi serta manfaatnya dirasakan sampai saat ini oleh masyarakat,” imbuh Muslihin.
Kades Kelanir, Muslihin dalam keterangannya kembali menjelaskan bahwa setelah sumur bor dalam bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat berjalan, akhirnya kami sepakat untuk memutuskan pipa HDPE yang sebelumnya digunakan untuk menyalurkan air dari Ai Mual. Pipa tersebut tidak dijual melainkan dipakai lagi menggantikan pipa yang kondisinya sudah banyak yang bocor di RT 14 (Sedong Bawah, red), sementara panel suryanya kami gunakan lagi untuk menambah daya panel surya yang ada di belakang Kantor Desa Kelanir. Sisa dari pipa HDPE, panel surya berikut pompa airnya ada tersimpan di Kantor Desa Kelanir.
Sebelum memutuskan pengoperasian program pamsimas Ai Mual, Muslihin sudah jauh hari melakukan koordinasi degan KPSPAM, dan hasilnya adalah sepakat untuk mengamankan. “Dan memang sudah menjadi kewenangan Desa untuk mengamankan, karena itu sudah menjadi aset desa.” terang Muslihin.
Semua proses pengangkutan dan pemasangan panel surya di Belakang Kantor Desa disaksikan oleh warga. Bahkan menurut Muslihin, warga sendiri yang mengangkutnya untuk disimpan di Kantor Desa.
Atas tindakan yang diambil dan usaha yang dilakukan oleh Kades Kelanir dalam menyediakan ketersediaan akses air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat, kini masyarakat Dusun Sedong bawah dalam kesehariannya dapat menikmati dan menggunakan air bersih dengan lancar.
Muslihin dalam kesempatan ini mengatakan bahwa keterangannya dapat dipertanggungjawabkan, dan tindakan yang diambilnya telah mengikuti prosedur yang ada. Muslihin berharap agar publik tidak mentah-mentah menerima informasi yang beredar. Dirinya dalam melakukan pekerjaan dan mengambil keputusan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Sebelum berita ini diturunkan, Kades Kelanir, Muslihin menghimbau pada masyarakat untuk tetap bekerja seperti biasa, proses yang telah kita lewati beberapa bulan yang lalu telah usai. Mari bersama bangun Desa Kelanir khususnya dan membantu suksesnya program Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya. (cdn.wan)






