CDN, Sumbawa Barat– Warga Dusun Lawang Desa, Desa Kelanir Kecamatan Seteluk yang berada di pinggir jalan raya lintas Poto Tano-Taliwang diresahkan dengan kondisi sebagian pohon pelindung jalan yang sudah tua dan dahannya mengarah kerumah warga.
Kekawatiran ini ditambah oleh kondisi musim hujan yang sangat parah, intensitas hujan sangat tinggi, ini tentu akan berdampak pada beratnya beban dahan dan batang pohon karena menyerap air hujan yang berlebih.
Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Kelanir, Syahdan, S.AB saat dikonfrontir oleh kedia, mengakui jika beberapa bulan yang lalu ada laporan warga yang masuk agar pohon pelindung jalan yang berada di samping kiri kanan jalan raya lintas Poto Tano-Taliwang untuk ditebang.
“Dahan pohon tersebut mengarah kerumah warga, dahannya sangat besar, kayaknya umur kayu tersebut sudah tua.” pungkas Syahdan.
Laporan dari warga sudah coba disampaikan pada dinas terkait, namun laporan tersebut belum ditindaklanjuti, “entah apa kendalanya saya kurang tahu.” imbuh Syahdan
Salah satu warga yang khawatir dengan kondisi tersebut adalah ibu Rita. Bersasarkan ceritanya, dahan pohon kayu yang persis berada di depan rumahnya patah dan menghantam pagar. Pagar rumahnya langsung roboh, atas kejadian itu, ia melaporkan pada Ketua BPD Desa Kelanir untuk menebang pohon pelindung jalan yang ada didepan rumahnya tersebut.
Ibu Rita berharap laporan yang disampaikan oleh Ketua BPD Desa Kelanir pada dinas terkait untuk ditindaklanjuti, sebelum rumah dan pengguna jalan menjadi korban tertimpa pohon tersebut.
Ibu Rita berharap agar kayu pelindung jalan diganti dengan jenis yang lain. Harapan Ibu Rita sama dengan harapan Ketua BPD Kelanir, mereka mengetahui bahwa keberadaan pohon pelindung jalan tersebut sangat penting sebagai penahan jalan, namun jenis kayunya harus diganti. (cdn.wan)






