Semua Proyek Pembangunan Strategis KSB Berjalan Normal

Semua Proyek Pembangunan Strategis KSB Berjalan Normal

CDN, Sumbawa Barat– Kabar gembira bagi masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat, semua proyek Stategis untuk pembangunan KSB ke arah baik luar biasa berjalan normal. Adapun beberapa program strategis itu antara lain adalah Pembangunan Tiu Suntuk, Pembangunan Bendungan Bintang Bano, Peresmian pabrik pemurnian emas (smelter) di Kecamatan Maluk serta pembangunan bandara oleh investor di Desa Kiantar dikabarkan berprogres positif.

Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan pada kantor Sekretariat Daerah KSB, Suryaman, S.STP ketika diwawancarai oleh media ini, Selasa (21/09/2021) diruang kerjanya menegaskan kembali statemen Bupati Sumbawa Barat bahwa pembebasan lahan bandara sudah tuntas 100%.

“Lahannya sudah tuntas 100 % sesuai dengan statemen Bupati Sumbawa Barat, saat ini investor yang difasilitasi oleh daerah tengah menuju tahapan Hak Guna Bangunan (HGB). Ketika sudah menuju HGB maka secara otomatis akan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi. Saat ini tengah menuju proses ijin,” pungkas Suryawan.

Untuk periodesasi HGB, maka yang lebih berhak berkomentar adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN). Lanjut Suryaman, namun biasanya periodesasi terbitnya HGB berdurasi puluhan tahun. Nah,,,lebih tepatnya terkait aturannya bisa dikomunikasikan dengan BPN.

Masih terkait bandara di Desa Kiantar, disebutkan oleh Kabag Prokopim bahwa sesungguhnya kajian tehknis bandara sudah ada. Kajian penerbangan, landskap, dan kecepatan angin sudah selesai. “Tidak mungkin investor mau berinvestasi jika mereka belum melakukan survei hingga mengkajinya,” bebernya.

Keberadaan bandara tentunya akan membawa dampak positif multi efeck, terutama bersangkutan dengan tenaga kerja. Daerah Kiantar dipastikan akan maju kedepannya.

Sementara untuk Bendungan Bintang Bano. Bendungan terbesar di NTB sekaligus bendungan indah di NTB direncanakan akan diresmikan langsung oleh presiden RI, H. Joko Widodo. “Itu baru rencana, semoga terealisasi dan biasanya presiden selalu menghadiri kegiatan peresmian bendungan. Diakhir tahun, rencananya Bendungan Bintang Bano akan diresmikan,” imbuhnya.

Pun demikian dengan pabrik pemurnian emas (smelter) di wilayah Kecamatan Maluk. Setelah sekian lama berproses dan menjadi perdebatan publik akan terealisasinya smelter, akhirnya dikabarkan bahwa Presiden RI juga yang akan melakukan peletakkan batu pertamanya. Smelter telah masuk ke dalam RPJMN, sementara Kecamatan Maluk dimasukkan menjadi daerah industri oleh pemerintah pusat.

“Kita berdoa dan patut bersyukur, karena apa yang diihktiarkan oleh pemimpin kita perlahan membawa hasil. Ini semua dilakukan semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat KSB,” ungkapnya.

Kabag Prokopim KSB, Suryaman, S.STP adalah Kabag baru yang menggantikan Kabag sebelumnya yang telah menjadi Sekdis di Dinas PKBP3A. Dirinya (Suryaman) kepada media menegaskan bahwa akan melanjutkan tradisi positif pejabat yang lama. Dirinya baru menyesuaikan dengan tugas baru sembari bersilaturrahmi dengan semua wartawan KSB. (cdn.wan)