BPN Kabupaten Sumbawa Barat Targetkan Data Satu Peta Tahun 2025

BPN Kabupaten Sumbawa Barat Targetkan Data Satu Peta Tahun 2025

CDN, Sumbawa Barat– Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat-NTB menargetkan data pertanahan satu peta pada tahun 2025. Keinginan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sumbawa Barat (BPN KSB), Dick Atmajaya di ruang kerjanya.

Data satu peta adalah target yang membutuhkan kerja sama, kolaborasi dan kerja keras dari segenap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dibawah naungan BPN. Dick Atmajaya yang notabenenya baru bertugas bulan september 2024 di KSB mengatakan bahwa, data satu peta dapat memudahkan tugas BPN dan meminalisir tumpang tindih kepemilikan tanah. Memberantas praktek pencaloan dan praktek makelar tanah.

Peran aktif masyarakat untuk bersinergi dengan BPN dalam mewujudkan data satu peta ini sangat diharapkan oleh BPN Kabupaten Sumbawa Barat. “Apabila terjadi kesalahan pengukuran, letak dan gambar yang salah, saya berharap masyarakat berkirim surat ke BPN agar segera diperbaiki,” imbuh putra asal Pulau Lombok ini.

Selain data satu peta, Dick Atmajaya akan menjalankan misi BPN bahagia. Dalam mengawali misinya mewujudkan BON KSB bahagia, beberapa perubahan kecil dilakukan. perubahan dari lingkungan intern BPN hingga perubahan dari segi pelayanan pada masyarakat.

“BPN KSB akan lebih memberikan pelayanan yang membahagiakan, masyarakat datang ke BPN dengan bahagia, begitupula pegawai BPN harus bahagia dalam memberikan pelayanan. BPN bahagia saya rasa lebih hebat dibandingkan dengan BPN KSB prima,” ujar Dick.

Terkait dengan pandangannya dengan masa depan Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala BPN KSB yang baru beberapa bulan menjabat di KSB tersebut mengatakan bahwa KSB ini persis seperti Putri Mandalika di Pulau Lombok. “KSB menjadi rebutan, semua orang melirik KSB dengan segala potensi yang dimiliki. Tidak bisa dipungkiri KSB memiliki prospek yang cerah dimasa akan datang. Saya melihat KSB akan menjadi daerah maju di NTB,” ungkap Dick Atmajaya.

KSB memiliki pabrik pemurnian emas (smelter), semua bahan mentah pertambangan dari berbagai daerah akan datang guna diproses menjadi barang jadi siap jual. AMMAN boleh berhenti beroperasi karena habis kontrak, tetapi KSB masih memiliki smelter yang akan terus beroperasi.

Atas alasan itulah Dick Atmajaya berharap pada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses pembangunan di KSB, termasuk mendukung dan memberikan masukan pada BPN KSB agar bisa memberikan pelayanan yang membahagiakan.

Dick Atmajaya membuka ruang pada masyarakat untuk memberikan masukan, melakukan pengaduan. “BPN akan menghormatinya asal sesuai dengan asas, norma, dan aturan yang berlaku.” tutup Dick Atmajaya. (cdn.wan)