Fashion Show Tenun KSB 2026, Bupati Amar: Dongkrak UMKM dan Siapkan Desainer Menuju Panggung Nasional

Fashion Show Tenun KSB 2026, Bupati Amar: Dongkrak UMKM dan Siapkan Desainer Menuju Panggung Nasional

TALIWANG, CDN – Fashion Show Pesona Tenun Sumbawa Barat 2026 berlangsung meriah di Lapangan Graha Fitrah, Taliwang, Senin (26/10) malam. Mengusung tema “Tenun Sumbawa Barat Mengangkat Kearifan Lokal Menuju Produk Fashion Berkelas dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Kegiatan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB tersebut diikuti 76 peserta dari empat kategori, yakni OPD dan kecamatan, guru dan gugus sekolah, eksibisi organisasi wanita, serta desainer umum.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., saat menutup kegiatan menegaskan bahwa peragaan busana tenun tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, terutama penjahit dan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang konsisten selama lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi kualitas peserta maupun kreativitas dalam mengembangkan motif dan kain tenun khas daerah.

“Efek domino dari kegiatan seperti ini luar biasa. Saya dapat kabar OPD sudah memesan ke sana kemari, penjahitnya sudah dicari. Ini juga menghidupkan wastra kita, motif daerah ini bisa terus kita kembangkan,” ujar Bupati Amar disambut tepuk tangan penonton.

Dampak ekonomi juga terlihat dari ramainya lapak UMKM kuliner dan produk lokal di sekitar arena kegiatan. Kehadiran peserta, suporter OPD, dan masyarakat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, menegaskan pentingnya keteladanan aparatur pemerintah dalam mempromosikan tenun lokal. Menurutnya, ASN, guru, dan jajaran OPD perlu menjadi pelopor penggunaan kain tenun sebelum mengajak masyarakat menerapkannya secara lebih luas.

Pada pengumuman pemenang, kategori OPD dan kecamatan dimenangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sedangkan kategori guru dan gugus sekolah diraih Korwil Taliwang Gugus 1. Sementara itu, Anggun Syahlani dengan model Maura menjadi juara pertama kategori desainer umum. Gita Muhtar meraih penghargaan Best Designer, sedangkan Favorite Designer diberikan kepada Dewi Lia dengan model Mita Tri Marianti.

Apresiasi juga datang dari dewan juri yang menilai kualitas rancangan dan kreativitas peserta terus meningkat. Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) NTB, Hj. Viviana, S.E., MBA., menyebut perkembangan tenun Sumbawa Barat selama empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan luar biasa.

Ia bahkan optimistis tenun Sumbawa Barat berpeluang menembus panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2027 di Jakarta Convention Center (JCC). Menurutnya, kreativitas desainer lokal memiliki potensi untuk membawa KSB menjadi salah satu pusat industri fesyen di Nusa Tenggara Barat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap tenun lokal semakin dikenal, memiliki daya saing, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sejalan dengan tagline Harla ke-23 KSB, “Ekonomi Tumbuh, Sumbawa Barat Maju,” pelestarian budaya diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif daerah. (cdn.wan)