Dinas Perikanan KSB Gandeng BKHIT NTB, Bidik Pasar Ekspor Udang dan Lobster

Dinas Perikanan KSB Gandeng BKHIT NTB, Bidik Pasar Ekspor Udang dan Lobster

Sumbawa Barat, CDN– Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memperkuat sinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas, daya saing, dan nilai ekonomi hasil perikanan daerah.

Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui kunjungan Dinas Perikanan KSB ke Kantor BKHIT NTB di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada 18-19 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah sekaligus membangun koordinasi yang lebih kuat dalam pengembangan sektor perikanan.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, mengatakan koordinasi tersebut penting untuk memastikan hasil perikanan daerah tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mampu memenuhi standar dan tuntutan pasar yang semakin kompetitif.

“Koordinasi ini penting untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung pengembangan sektor perikanan, mulai dari pengawasan mutu hingga peluang pemasaran hasil perikanan,” ujar Agus.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya sinkronisasi data lalu lintas ikan, pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil perikanan, serta pengendalian penyakit ikan. Peluang pengembangan ekspor komoditas unggulan KSB, terutama udang dan lobster, turut menjadi perhatian.

Agus menegaskan, dukungan BKHIT menjadi bagian penting dalam memastikan produk perikanan KSB memenuhi standar yang dipersyaratkan. Dengan standar tersebut, hasil perikanan daerah diharapkan memiliki daya saing lebih kuat, termasuk untuk menembus pasar ekspor.

“Kami ingin hasil perikanan KSB memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar, termasuk untuk tujuan ekspor,” katanya.

Selain persoalan mutu dan ekspor, kedua pihak juga membahas rencana pengembangan fasilitas cold storage di Pelabuhan Labuhan Lalar. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas dan kontinuitas hasil tangkapan sekaligus memperkuat agenda hilirisasi sektor perikanan yang tengah didorong pemerintah daerah.

Dalam pertemuan itu, Dinas Perikanan KSB dan BKHIT NTB juga menyepakati penguatan kerja sama dalam pertukaran data, pendampingan sertifikasi dan ekspor, pemantauan kesehatan ikan, hingga pembinaan bagi para pelaku usaha perikanan.

Agus berharap sinergi lintas lembaga tersebut tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat berlanjut menjadi dukungan nyata bagi pengembangan sektor perikanan KSB. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, potensi perikanan daerah diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi nelayan, pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Untuk terus mengembangkan sektor perikanan kita, tentunya harus banyak mendapat dukungan berbagai pihak,” imbuhnya. (cdn.wan**)