CDN, Sumbawa Barat — Petugas dari Dinas Pertanian KSB memeriksa kondisi kesehatan bibit ternak sebelum disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat. Sebelum didistribusikan, seluruh hewan ternak harus melewati proses pemeriksaan dan karantina sesuai prosedur pemasukan hewan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik ternak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan bidang peternakan.
Setidaknya, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 1.000 ekor sapi bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat penerima.
Sapi-sapi tersebut merupakan bantuan dari anggota DPRD melalui program pokok pikiran (pokir) serta bantuan Pemda KSB melalui Dinas Pertanian.
“Hewan baru datang kita karantina, dicek proses administrasi dan lain-lain, termasuk kondisi kesehatannya,” ujar Kepala Dinas Pertanian KSB, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) drh. Hikmatul Azmy.
Proses ini dilakukan untuk memastikan sapi tidak hanya sehat, tetapi juga aman dari penyakit sebelum diterima oleh masyarakat.
Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik, kondisi tubuh, kesesuaian spesifikasi, hingga kelayakan konsumsi dan budidaya. Hal ini penting agar bantuan benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan maupun kerugian bagi penerima.
Dengan telah diselesaikannya rangkaian pemeriksaan, sapi-sapi tersebut siap didistribusikan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan sektor peternakan lokal,” demikian drh Hikmatul Azmy. (cdn.wan)






