CDN, Sumbawa Barat– Kejadian langka dan baru kali ini terjadi di Bank NTB Cabang Taliwang. Ratusan wali murid beserta anaknya nampak antrian dengan rapi di dalam dan di luar Bank NTB.
Bank Daerah yang selama ini menjadi salah satu mitra Pemerintah Daerah biasanya diisi oleh para guru, pekerja swasta dan kontraktor untuk melakukan pencairan gaji, Pencairan uang proyek dan traksi lainnya, tiba-tiba hari ini kursi Bank NTB full diisi oleh wajah baru dan nampak jarang sekali melakukan transaksi di Bank tersebut.

Usut punya usut, ternyata mereka adalah para orang tua wali murid yang datang dari berbagai kecamatan untuk melakukan pencairan uang pangkal pendidikan yang baru-baru ini digulirkan oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov lewat program KSB Maju Pendidikan.
Salah satu orang tua murid yang berhasil diwawancarai oleh media ini, Masden asal Desa Lampok Kecamatan Brang Ene mengatakan dirinya datang bersama anaknya untuk mencairkan uang pangkal pendidikan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat.
Masden memiliki seorang putri yang saat ini baru masuk kelas VII bernama Putri Novianti. Anaknya saat ini baru masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya di SMPN 1 Brang Ene.
Masden merasa senang dan bersyukur kini pemerintah hadir langsung meringankan beban orang tua murid. Wajahnya nampak sumringah saat diwawancarai oleh media. Menurutnya, salah satu beban besar yang dihadapi oleh orang tua murid adalah ketika anaknya hendak melanjutkan kejenjang berikutnya, banyak sekali biaya yang tidak terduga harus keluar dari kantongnya. Dengan hadirnya Kartu KSB Maju Pendidikan, salah satu beban hilang dipundaknya.

Masden saat diwawancarai ternyata telah memegang buku rekening yang telah dibuat oleh CS Bank NTB, saat membuat kartu rekening, Masden menyodorkan KK dan KTP. CS dengan sopan menanyakan nama anaknya yang masuk SMP di dalam KK, dan bersekolah dimana?. Masden menjelaskan dan tidak tunggu lama, ia telah diberikan buku rekening yang telah memiliki saldo Rp. 750.000,-.
Teller Bank NTB memanggil nama Pak Masden dan menanyakan apa yang bisa dibantu?, Masden agak gugup dan mengatakan mau mencairkan uang KSB Maju Pendidikan, teller pun meminta buku rekening dan KTP pak Masden. Tidak tunggu lama, Pak Masden orang tua dari Putri Novianti siswa yang saat ini baru masuk SMPN 1 Brang Ene tersebut menerima uang Rp. 750.000 dari teller Bank NTB. Iapun bergegas pulang dan menyerahkan uang itu pada anaknya yang datang bersamanya.
Selain Masden, Banyak wali murid yang melakukan pencairan uang KSB Maju Pendidikan hari ini. Misalnya Pak Saleh dari Desa Seminar Salit Kecamatan Brang Rea, anaknya baru masuk SMP tepatnya di SMPN 1 Brang Rea.

Pada media, Pak Saleh mengatakan jika baru tadi pagi Pak Bupati, H. Amar datang ke SMPN 1 Brang Rea. Dari penjelasan beliau kami mengetahui secara detail kegunaan dari kartu yang kami dapatkan, beliau menyebutkan, dalam satu kartu ini akan terdapat beberapa program yang dapat digunakan ketika kita sakit, mulai menanam padi dan anak kita baru masuk sekolah seperti saat ini.
“Program KSB Maju tidak hanya sebatas wacana, hari ini salah satu program Bupati baru KSB telah berjalan, kartu ini bukan kartu sulap Bim Salabim, tapi kartu ini lahir dari sebuah gagasan, ide yang dipraktekkan dalam bentuk perbuatan,” tukas Pak Saleh.
Masden dan Pak Saleh nampaknya sudah mewakili ratusan orang tua murid yang antri dalam Bank NTB untuk mencairkan uang pangkal pendidikan. (cdn.wan**)






