CDN, Sumbawa Barat– Melihat potensi wisata yang dimiliki oelh Bendungan Bintang Bano, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Sumbawa Barat (Disparpora KSB) berinisiatif untuk melakukan survey dan tinjau lokasi beberapa areal dan zona di Bendungan Bintang Bano untuk dapat dikembangkan kedepan sebagai wisata unggulan di KSB.
Survey yang dilakukan oleh Disparpora KSB melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB. Disaspora KSB memiliki keyakinan jika Jalur buangan air dari pintu pembuang dari Bintang Bano dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata.
Kepala Dinas Disparpora KSB, Nurdin Rahman melalui Sekdis, Rahadian, S.Pd., M.Si. megatakan bahwa dari hasil survey tersebut dapat digambarkan aliran air pembuang dapat dijadikan area rafting atau olahraga arun jeram. “Jalur rafting membentang kurang lebih tiga kilometer, dimulai dari Bendung Bintang Bano dan berakhir di Jembatan Limbas Bangkat Monteh, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu setengah jam, jadi cukup panjang,” pungkas Rahadian.

Dikatakan Rahadian, jika rencana pembukaan objek wisata arum jeram ini terealisasi maka akan menambah alternatif objek wisata sungai yang ada di Sumbawa Barat.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa daerah kita sangat kaya dengan wisata pantainya, tapi jangan lupa bahwa kita juga punya sungai yang tidak kalah indah dengan daerah lain. Potensi ini yang sedang coba kami angkat,” katanya.
Untuk menjamin keselamatan wisatawan, Rahadian menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan segala peralatan dan tindakan keselamatan yang diperlukan. Hal ini mencakup tempat atau spot pengamatan yang telah ditentukan.
Selain itu, Rahadian juga mempersiapkan pelatihan bagi instruktur yang akan memandu dan mengendarai perahu saat kegiatan rafting dilakukan.
“Ada juga pelatihan bagi instruktur atau pengemudi perahu karet, mereka harus memiliki izin atau lisensi. Perlengkapan lainnya juga sedang kami persiapkan,” imbuhnya.
Rahadian juga menyampaikan, pemerintah daerah juga terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan fasilitas objek wisata tersebut. Ia juga menekankan pentingnya upaya kolektif dalam pengembangan dan pemeliharaan tempat-tempat wisata yang ada di Sumbawa Barat.
Untuk pembukaan saat ini masih dalam tahap persiapan, Disparpora membuka peluang bagi investor yang mau bekerjasama. Kemungkinan besar sudah bisa berjalan tahun ini.
Apa yang disampaikan oleh Seksdis Disparpora KSB senada dengan penjelasan Kepala Bidang Pariwisata, Abdurrahman, S.I.P. menurut Kepala Bidang Pariwisata, bukan hanya objek wisata Bintang Bano yang sedang digarap, potensi dari Bendungan Tiu Suntuk pun akan dimaksimalkan untuk membantu masyarakat dan mengangkat perekonomian KSB.
Sebagai langkah awal, baru-baru ini Disparpora KSB telah melakukan kerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB, MoU tersebut pada dasarnya memberikan ruang Disparpora KSB untuk memanfaatkan beberapa zona di Bendungan tersebut guna menjadi objek wisata.
Kepala Dinas Disparpora KSB, Nurdin Rahman melalui Kepala Bidang Pariwisata, mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama tersebut, Disparpora KSB dapat masuk ke dalam kawasan Bendungan Bindang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk sekaligus mengelola beberapa zona yang telah diijinkan oleh BWS. Selain itu, kemajuan lain yang patut disyukuri adalah dijinkannya beberapa bangunan di dua bendungan tersbut untuk dijadikan UPTD Disparpora KSB. “Sekarang kita telah memiliki UPTD di sana, status bangunan memang masih pinjam pakai, namun itu tidak menjadi masalah, karena justru adanya UPTD disana maka koordinasi kami akan mudah, karena Disparpora telah memiliki pengelola tehknis disana,” pungkas Andurrahman. (cdn.wan**)






