Distan KSB Ajak Pemdes Berbagi Anggaran Kembangkan Ayam Petelur

Distan KSB Ajak Pemdes Berbagi Anggaran Kembangkan Ayam Petelur

Taliwang, CDN- Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (Distan KSB) mengajak seluruh Pemerintah Desa yang ada ditanah pariri lema bariri untuk mempercepat perkembangan peternak ayam telur dengan cara berbagi Anggaran.

Kepala Distan KSB, Suhadi melalui Kepala Bidang Peternakan, Jamilatun menjelaskan bentuk berbagi anggaran dalam mengembangkan peternak ayam petelur yakni, Pemerintah Desa dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun kandang, sedangkan Distan memberikan bantuan bibit ayam beserta pakannya.

Kepala Bidang Peternakan, Jamilatun

“Saat ini kita sudah melakukan kerjasama di dua desa yaitu Desa Rarak Runges dan Mataiyang. Kami juga akan mengajak desa lainnya agar dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun kandang,” kata Jamilatun saat diwawancarai media diruang kerjanya, Jum’at (16/10/2020).

Ia mengungkapkan, bahwa kebutuhan telur di KSB cukup besar. Namun sejauh ini produksi lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 33 persen dari jumlah penduduk yang ada. Untuk menutupi kekurangan tersebut sehingga masyarakat KSB masih mendapatkan suplay telur dari luar.

“Hasil produksi lokal peternak ayam petelur masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari 32 kelompok peternak ayam petelur hasil produksi per harinya mencapai 11.000 butir, belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat jika dilihat dari jumlah jiwa masyarakat KSB mencapai sekitar 114.000,” kata Jamilatun.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya terus mendorong agar KSB dapat berswasembada telur. Para peternak ayam petelur terus disupport agar bisa berkembang. Selain itu mendorong masyarakat agar berminat beternak ayam petelur.

“Pemerintah daerah akan membantu sesuai dengan kekuatan anggaran yang ada. Saat ini karena kondisi Covid-19 bantuan yang kami sediakan hanya 2.800 ekor termasuk pakannya. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi telur lokal mencapai 47 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat per-harinya,”  jelas Jamilatun.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan pakan kepada 32 kelompok peternak yang masih bertahan, bantuan yang diberikan tersebut untuk mengurangi beban mereka mengingat harga pakan di tengah covid-19 kian melambung dan berdampak bagi usaha ayam petelur.

“Kami berharap dengan bantuan yang kami berikan ini, usaha para peternak telur lokal kita terus maju dan berkembang. Bantuan dari kami juga jangan asal diterima, Tapi bagaimana bantuan yang telah kami berikan dikembangkan sehingga dapat membantu pemda dalam berswasembada telur dan juga dapat meningkatkan perekonomian para peternak itu sendiri.” pungkasnya. (cdn.wan**)