Menang di Papan Catur, Berjuang di Kehidupan: Ardianto Melaju ke Porwanas 2027

Menang di Papan Catur, Berjuang di Kehidupan: Ardianto Melaju ke Porwanas 2027

MATARAM, CDN – Perjuangan hidup yang penuh liku tak pernah memadamkan semangat Ardianto. Wartawan senior asal Kabupaten Sumbawa Barat yang akrab disapa Mas Gela itu kembali membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengalahkan segala keterbatasan.

Pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB 2026, Sabtu (27/6/2026), Ardianto sukses keluar sebagai Juara I Cabang Olahraga Catur setelah mengoleksi 4 poin dari lima babak pertandingan menggunakan sistem Swiss Pairing yang digelar di Sekretariat PWI NTB, Mataram.

Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Ardianto membuka pertandingan dengan kemenangan atas Gazali dari Lombok Timur, kemudian bermain imbang melawan H. M. Nasir dari Bima. Ia kembali menang atas Imam Taufik dari Sumbawa Barat, menahan imbang Abdul Muis dari Bima, sebelum memastikan gelar juara lewat kemenangan atas Fajar Rahmat dari Sumbawa.

Ardianto : Berdiri di tengah memakai topi warna biru

Koordinator Cabor Catur Porwada NTB, H. Abdul Muis, mengatakan raihan empat poin tersebut menempatkan Ardianto di posisi teratas klasemen sekaligus mengantarkannya meraih golden ticket untuk memperkuat kontingen NTB pada Porwanas 2027 di Provinsi Lampung.

“Ardianto berhak mewakili NTB di Porwanas 2027 setelah tampil sebagai juara pada seleksi yang diikuti 15 atlet dari 10 kabupaten/kota se-NTB,” ujarnya.

Prestasi ini bukanlah yang pertama bagi Ardianto. Pecinta olahraga catur tersebut telah beberapa kali mengharumkan nama NTB di tingkat nasional. Pada Porwanas 2022 di Kota Malang, Jawa Timur, ia menjadi bagian dari kontingen NTB. Dua tahun kemudian, di Porwanas Kalimantan Selatan 2024, Ardianto bersama tim beregu sukses mempersembahkan medali perak dan perunggu bagi NTB.

Namun, kemenangan kali ini terasa jauh lebih bermakna. Di balik senyum sederhana yang ia tunjukkan di atas papan catur, tersimpan kisah hidup yang penuh perjuangan. Kedua orang tuanya telah lama berpulang, membuatnya harus menjalani kehidupan seorang diri. Di tengah statusnya sebagai duda, Ardianto tetap teguh menjalankan perannya sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab, membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya dari hasil profesinya sebagai wartawan.

Sejak menamatkan bangku kuliah, Ardianto memilih mengabdikan diri di dunia jurnalistik. Baginya, menulis bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup untuk berkarya sekaligus mencari nafkah bagi keluarga. Kini, keberhasilannya menembus Porwanas 2027 menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Di balik prestasi itu, Ardianto juga menyimpan harapan sederhana: suatu hari nanti dipertemukan dengan pendamping hidup yang dapat bersama-sama mendampingi perjuangannya membesarkan anak-anak.

Kisah Ardianto menjadi pengingat bahwa seorang juara tidak hanya lahir dari kemenangan di atas papan catur, tetapi juga dari keteguhan hati menghadapi kerasnya kehidupan. Prestasi yang ia raih menjadi kebanggaan bagi Sumbawa Barat sekaligus inspirasi bahwa semangat, kesabaran, dan keikhlasan akan selalu menemukan jalannya menuju kemenangan. (cdn.wan)