Safari Gemarikan KSB: Ikan Jadi Senjata Lawan Stunting, Dongkrak Gizi dan Ekonomi Keluarga

Safari Gemarikan KSB: Ikan Jadi Senjata Lawan Stunting, Dongkrak Gizi dan Ekonomi Keluarga

CDN, Sumbawa Barat – Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan langkah progresif dalam membangun generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan Safari Gemarikan yang digelar di Ruang Rapat Paserang, Taliwang, Jumat (24/04/2026), ikan kembali ditegaskan sebagai solusi strategis dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi keluarga, dan membuka peluang ekonomi baru.

Program ini menjadi bagian dari gerakan besar pemerintah daerah bersama mitra pusat untuk memastikan bahwa ikan tidak hanya menjadi konsumsi harian, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan yang terjangkau, sehat, dan produktif.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan bahwa Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan langkah penting dalam meningkatkan pola pangan harapan masyarakat.
Menurutnya, konsumsi ikan di KSB telah menunjukkan tren positif, namun masih perlu diperkuat melalui inovasi pengolahan agar hasil perikanan lokal tidak hanya dikonsumsi secara tradisional, tetapi juga berkembang menjadi produk modern yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Diversifikasi produk sangat penting agar ikan bisa menjadi bagian dari penguatan gizi sekaligus penggerak ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menegaskan bahwa sektor perikanan harus dipandang lebih luas, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi sumber usaha produktif bagi masyarakat.

“Ikan harus diolah menjadi produk yang lebih bernilai, memiliki daya jual, dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui program KSB Maju UMKM, masyarakat didorong untuk mengembangkan hasil tangkapan menjadi produk unggulan yang siap dipasarkan,” jelasnya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengintegrasikan kesehatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., menyoroti pentingnya memperkuat tata kelola sektor perikanan dari hulu hingga hilir.
Ia menilai produksi perikanan yang tinggi harus diimbangi dengan sistem distribusi dan penyerapan pasar yang baik agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Gemar makan ikan bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga bagaimana sektor perikanan kita dikelola secara utuh dari produksi hingga pemasaran,” tegasnya.

Kegiatan Safari Gemarikan juga diwarnai dengan penyerahan simbolis paket olahan ikan dan ikan segar kepada masyarakat, termasuk keluarga dengan anak stunting, sebagai bentuk nyata intervensi gizi berbasis pangan lokal.
Upaya ini dinilai semakin relevan setelah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil menorehkan capaian positif dalam penurunan angka stunting, dari 7,1 persen pada Desember 2025 menjadi 6,74 persen pada Maret 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan sumber pangan lokal yang tepat mampu memberikan dampak signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

Safari Gemarikan bukan sekadar kampanye konsumsi ikan, melainkan gerakan strategis membangun kesadaran bahwa akses terhadap pangan sehat, bergizi, dan ekonomis dapat diwujudkan melalui optimalisasi potensi daerah sendiri.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Sumbawa Barat terus memperkuat posisinya sebagai daerah yang serius mencetak generasi sehat, mandiri, dan berdaya saing melalui kekuatan pangan lokal. (cdn.wan)