Di Tengah Tekanan Dana Desa, Kelanir Prioritaskan Lapangan dan Tata Kelola Sampah

Di Tengah Tekanan Dana Desa, Kelanir Prioritaskan Lapangan dan Tata Kelola Sampah

CDN, SUMBAWA BARAT — Di tengah tekanan pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat, Pemerintah Desa Kelanir justru mengambil langkah berani. Alih-alih mengerem pembangunan, desa ini tetap memprioritaskan kelanjutan proyek lapangan sepakbola yang dinilai menjadi simbol harapan dan ruang sosial masyarakat.

Kepala Desa Kelanir, Muslihin, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Meski ruang fiskal desa semakin sempit, pembangunan lapangan sepakbola tetap menjadi prioritas yang diperjuangkan.

“Lapangan sepakbola ini tetap kami lanjutkan. Ini sudah kami usulkan melalui Musrenbang daerah, karena ini kebutuhan masyarakat,” tegas Muslihin saat diwawancarai, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa aspirasi desa masih mendapat perhatian. Ia berharap, komitmen tersebut dapat berlanjut di tengah keterbatasan anggaran saat ini.

“Alhamdulillah tahun lalu dibantu oleh Pemda. Kami sangat mengapresiasi itu, dan berharap tahun ini kembali mendapat dukungan,” ujarnya.

Di sisi lain, realitas anggaran desa memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian ketat. Sebagian besar anggaran harus dialokasikan untuk kebutuhan wajib, seperti honor perangkat desa, kader posyandu, petugas kebersihan, hingga pengurus masjid—pos-pos yang disebut tidak bisa dikurangi.

Kondisi inilah yang membuat ruang pembangunan fisik menjadi semakin terbatas. Namun, bagi Pemdes Kelanir, lapangan sepakbola bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi ruang kebersamaan dan aktivitas generasi muda. Karena itu kami tetap perjuangkan,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemdes Kelanir juga menyatakan kesiapan mendukung program strategis daerah, khususnya di sektor pengelolaan sampah. Desa ini bahkan telah lebih dulu memiliki fondasi, mulai dari petugas kebersihan hingga armada pengangkut sampah.

“Kami siap bersinergi. Program pengelolaan sampah ini sejalan dengan yang sudah kami jalankan beberapa tahun terakhir,” tutup Muslihin.

Langkah Desa Kelanir ini menjadi potret keteguhan pemerintah desa dalam menjaga prioritas pembangunan di tengah keterbatasan, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak selalu soal anggaran besar, tetapi tentang keberpihakan dan komitmen pada kebutuhan masyarakat. (cdn.wan)