Desa Kelanir Rayakan HUT ke-26 dengan Tonjolkan Sisi Budaya, Kebersihan dan Ketahanan Pangan Keluarga

Desa Kelanir Rayakan HUT ke-26 dengan Tonjolkan Sisi Budaya, Kebersihan dan Ketahanan Pangan Keluarga

SUMBAWA BARAT, CDN– Suasana berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan utama Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu sore (27/9/2026). Ratusan warga dari berbagai lintas generasi tumpah ke jalan mengenakan busana adat Sumbawa, mengiringi pawai budaya dan karnaval hasil perkebunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Desa Kelanir.

Iring-iringan yang dimulai dari Lapangan Sepak Bola Desa Kelanir itu berlangsung semarak. Anak-anak, kaum muda, hingga orang tua tampil dalam balutan pakaian adat dengan tema masing-masing. Kehadiran mereka bukan sekadar memeriahkan peringatan hari jadi desa, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan tradisi kepada generasi muda.

Pawai tersebut disaksikan langsung Kepala Desa Kelanir, Muslihin, didampingi Ketua TP PKK Desa Kelanir, Rosita Muslihin, bersama jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerhati perempuan dan tokoh masyarakat.

Muslihin secara langsung mengangkat bendera start sebagai tanda dimulainya pawai budaya dan karnaval hasil perkebunan.

Beragam tema budaya ditampilkan masing-masing RT. RT 03 Dusun Kelanir, misalnya, mengangkat tema “Lalo Nyorong”, sementara RT 04 menampilkan tradisi “Barodak”.

Kedua tradisi tersebut memiliki keterkaitan erat dalam prosesi adat masyarakat Sumbawa. Lalo Nyorong dan Barodak merupakan bagian dari rangkaian prosesi adat menjelang akad nikah, ketika sepasang muda-mudi dipersiapkan untuk memasuki kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.

Di tengah kemeriahan pawai, kreativitas warga juga terlihat melalui karnaval hasil perkebunan. Beragam hasil tanaman dan produk pekarangan dikemas secara kreatif, sekaligus menggambarkan peran perempuan dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ketua Karang Taruna Tunas Harapan Desa Kelanir, Risaldi, S.Kom, mengatakan pawai budaya dan karnaval hasil perkebunan merupakan rangkaian kegiatan pembuka HUT ke-26 Desa Kelanir. Menurutnya, puncak kegiatan dilaksanakan pada Minggu malam di Aula Serbaguna Desa Kelanir.

“Serangkaian kegiatan ini ditujukan untuk melestarikan budaya, merawat tradisi sekaligus memberikan suasana gembira, membangkitkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan serta membantu para pelaku usaha yang bergerak di bidang tata rias dan dekorasi,” ujar Risaldi.

Ia menjelaskan, peringatan HUT Desa Kelanir tahun ini dipusatkan di desa. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diisi dengan Open Tournament Volly Kades Cup di Dusun Sedong, tahun ini masyarakat diajak terlibat dalam kegiatan yang lebih menonjolkan budaya, kebersihan dan kreativitas warga.

“Karnaval hasil perkebunan juga bertujuan menciptakan kreativitas ibu-ibu dalam memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan produktif untuk ketahanan pangan keluarga. Di sini kita bisa melihat bahwa peran dan fungsi ibu-ibu PKK berjalan di Desa Kelanir,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kelanir, Muslihin, menegaskan bahwa HUT ke-26 Desa Kelanir sengaja dikemas dengan mengangkat tiga sisi penting dalam kehidupan masyarakat, yakni kebudayaan, kebersihan dan peran ibu rumah tangga.

“HUT kali ini bisa dikatakan sebuah perayaan sekaligus menjadi peringatan bagi kita semua tentang arti penting kebersihan, merawat tradisi serta menghargai peran ibu rumah tangga dalam keluarga dan masyarakat,” kata Muslihin.

Menurutnya, memasuki usia ke-26, Desa Kelanir harus mampu melihat perjalanan masa lalu sebagai pijakan untuk terus berbenah menghadapi perubahan zaman.

Ia berharap masyarakat tidak meninggalkan akar budaya meski transformasi kehidupan berlangsung semakin cepat.

“Semoga Desa Kelanir bisa mandiri dan berdaya. Masyarakatnya rukun serta merawat perbedaan menjadi kekuatan di masa akan datang,” harapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara puncak HUT ke-26 Desa Kelanir yang berlangsung di balai pertemuan desa.

Masyarakat disuguhkan berbagai penampilan, mulai dari paduan suara hingga basakeco, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba kebersihan lingkungan.

Acara puncak berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran perangkat Desa Kelanir, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, alim ulama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Perayaan HUT ke-26 Desa Kelanir akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan bertambahnya usia desa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk kembali melihat akar budaya, memperkuat kebersamaan, menjaga lingkungan dan mendorong peran keluarga dalam membangun desa.(cdn.wan)