Sumbawa Barat, CDN- Berbagai dukungan masyarakat pada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mempercepat proses pembangunan Bandar Udara di Desa Kiantar mengalir silih berganti dan semakin kuat.
Rencana pemerintah Daerah menggandeng investor membangun bandara di Desa Kiantar tersebut merupakan kabar gembira bagi masyarakat yang ada di Wilayah Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk. Bagaimana tidak, bandara itu diproyeksi akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat KSB umumnya serta masyarakat Poto Tano pada khususnya.
Salah satu perkumpulan pemuda yang menamakan dirinya TEBAS (Teruna Berdikari Seteluk) melalui perwakilannya, Agus Jufri menyampaikan pada media ini, Rabu (05/05/2021), bahwa TEBAS mendukung penuh upayah percepatan pembangunan bandar udara yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten sumbawa Barat beserta jajarannya. Langka tersebut menjadi kabar gembira bagi beberapa masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.
Teruna Berdikari Seteluk menyampaikan beberapa alasannya sehingga mendukung penuh rencana strategis Kabupaten Sumbawa Barat tersebut. “Bandar Udara tersebut dapat mempermuda aksesibilitas serta memperlancarkan konektivitas wilayah serta kepulauan.Terkait pengembangan trasportasi udara, itu dapat meningkatkan perekonomian serta mampu menyerap tenaga kerja lokal, sehingga dapat mendorong peningkatan investasi diwilayah setempat dan dapat dijadikan langka untuk mendongkrak perekonomian wilayah”, Pungkas Agus Jufri.

Usaha-usaha potensial yang didapatkan seperti pembangun hotel, warung makan, warung sembako dan lain sebagainya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penduduk setempat, lanjutnya.
“Dengan percepatan pembangunan bandar udara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat ini dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat Desa Kiantar khususnya serta dapat mencakup masyarakat kecamatan Poto Tano secara umum. Kesejahteraan sosial mampu terbentuk dari pembangunan fasilitas dan akses yang baik, ini adalah langkah terbaik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengembangkan daerahnya”, bebernya
Agus juga menuturkan bahwa pengembangan pembangunan di kabupaten Sumbawa Barat sudah merata dan adil setelah adanya pembangunan bandar udara tersebut. “Jika Kecamatan Brang Ene mendapatkan hadiah berupa pembangunan bendungan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Rea mendapatkan Hadiah Bendungan Bintang Bano serta Kecamatan Maluk, Jereweh dan Sekongkang mendapatkan hadiah pembangunan smelter maka pembangunan bandar udara adalah hadiah bagi kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk. Itu sudah pas dan sudah sesuai dengan Perda RT/RW yang ditentukan jauh hari sebelumnya. Kini kami akan mengawal proses ini dan kami berharap semua elemen masyarakat KSB bersatu dalam memikirkan kemajuan KSB dimasa yang akan datang”. Tutup Agus. (cdn.wan)






