Taliwang, centralditanews- Beberapa bulan terakhir ini perhatian publik tertuju pada satu kegiatan fenomenal di Kabupaten Sumbawa Barat-NTB. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan silaturrahmi masyarakat dengan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin M.M., terhitung kegiatan silaturrahmi sudah berjalan sejak 28 Mei 2020 hingga saat ini.

Setiap malam kediaman Bupati Sumbawa Barat didatangi oleh ratusan bahkan ribuan masyarakat. Mereka datang dengan kesan, perasaan dan harapan masing-masing. Tidak ada yang bisa membantah bahwa kedatangan mereka murni sebatas kerinduan rakyat akan pemimpinnya.
Silaturrahmi itu terjadi pasca hari raya Idul Fitri 1441 H. Mereka memanfaatkan momen lebaran untuk bersilaturrahmi dan mendekatkan diri dengan sosok penomenal H. Firin.

Kabar silaturrahmi yang dilakukan masyarakat semakin menyebar dan terus berkembang di pelosok-pelosok KSB, sehingga membuat magnet tersendiri dikalangan masyarakat luas. Puncaknya adalah lautan manusia tidak bisa dibendung.
Atas kegiatan fenomenal tersebut, secara ekslusif media ini mewawancarai Bupati Sumbawa Barat di kediamannya pasca silaturrahmi Ikatan Keluarga Jawa (IKJ), Masyarakat Desa Tebo, Masyarakat Lingkungan Kota Baru dan Masyarakat Ai Jorok, Dusun Jembatan Kembar berakhir. Wawancara tersebut terjadi pada Selasa malam (07/07/0/2020).

H. Firin kepada media ini mengatakan bahwa ini semua terjadi secara kebetulan dan sungguh diluar dugaannya. Momentum Hari Raya Idul Fitri adalah awal dari peristiwa yang penuh kehangatan, keharmonisan ini terjadi.
“Selaku pemimpin tentunya saya tidak bisa menghalangi masyarakat saya untuk bertemu. Karena saya pun membutuhkan mereka untuk menggali informasi dari proses jalannya roda pemerintahan. Pun demikian dengan mereka membutuhkan bimbingan dan arahan dari saya. Dari raut wajah mereka saya dapat menarik kesimpulan bahwa mereka memang rindu momen seperti saat ini,” ujar H. Firin.

Media ini memperdalam pertanyaan terkait biaya akomodasi transportasi, snack dan sebagainya sehingga kegiatan ini bisa terselenggara. H. Firin menjawab, “semua biaya ditanggung mereka sendiri. Baik biaya transportasi, snack yang dimakan setiap malam itu semua dari mereka. Tidak ada sepeserpun dari saya pribadi, inilah yang menjadi keharuan bagi saya dan keluarga,” ungkapnya.
Apa yang disampaikan oleh H. Firin tentu membuat media berdecak kagum sekaligus heran, bayangkan saja setiap malam puluhan kendaraan roda 4, mobil pribadi dan ratusan kendaraan roda dua berjejal di kediaman orang nomor satu di Sumbawa Barat tersebut. Media baru mengetahui bahwa jajan dan segala yang dimakan tiap malam adalah hasil gotong royong masyarakat itu sendiri (biaya urunan).

Pengakuan H. Firin berbandin lurus dengan pengakuan tiap malam masyarakat yang datang bersilaturrahmi, setiap perwakilan dari desa masing-masing mengungkapkan bahwa kedatangan mereka tanpa diundang, mereka yang minta jadwal sendiri dan tidak boleh ditolak. Kalaupun jadwalnya padat maka mereka minta diundur dimalam berikutnya saking semangatnya, cintanya pada sosok H. Firin dan Fud Syaifuddin, ST.
Media selama ini menganggap bahwa hanya transportasi yang ditanggung sendiri oleh masyarakat, ternyata makanan dan minuman yang dinikmati setiap malampun adalah sumbangan dari masyarakat itu sendiri.
H. Firin mengatakan, “itulah fakta yang sebenarnya, apa yang mereka bawa itulah yang kita makan. Nasi tumpeng, jagung rebus, kedelai rebus, kacang rebus, pisang semuanya mereka yang bawa.”

“Mereka adalah masyarakat yang harus saya agungkan, mereka datang memberikan semangat dan doa terbaik, tentu ini menjadi penyemangat bagi kami selaku pelayan untuk beriktiar dan Istiqomah dalam menjalankan roda pemerintahan,” ucapnya lagi.
Itulah sisi fenomenal dan menarik dari kegiatan silaturrahmi tersebut. Masyarakat datang sendiri dan duduk secara berdampingan dengan pemimpinnya. “Itulah hasil dari pengabdian kami, ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh. Kami bersama Dinda Fud Syaifuddin telah penuh tanggung jawab menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat. Prinsip saya pribadi adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Hasilnya hanya bisa dilihat bagi orang-orang yang berfikir,” tutup H. Firin (cdn.wan)






