
Taliwang, Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Sosial terus menyalurkan bantuan uang belasungkawa atau yang lebih dikenal dengan uang duka kematian kepada ahli waris warga yang meninggal dunia. Data terakhir, tercatat sebanyak 391 orang ahli waris telah menerima bantuan tersebut secara langsung.
Kepala Dinas Sosial KSB, Ferial, S.Km, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga yang ditinggalkan, sebagai wujud rasa empati dan dukungan moral atas musibah yang dialami. Bantuan diberikan secara tunai kepada ahli waris melalui pelayanan langsung di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat.
“Sampai hari ini sudah 391 ahli waris yang menerima santunan uang belasungkawa dari pemerintah daerah. Setiap penerima mendapatkan uang tunai sebesar Rp1 juta, sehingga total anggaran yang sudah tersalurkan mencapai Rp391 juta,” ungkap Ferial.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut setara dengan sekitar 65,17 persen dari total anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk program uang duka kematian tahun 2025. Sisanya masih dalam proses verifikasi berkas dan akan segera disalurkan setelah data ahli waris dinyatakan lengkap dan valid.
Menurut Ferial, bantuan ini tidak hanya bersifat finansial, namun juga memiliki nilai kemanusiaan dan sosial yang tinggi. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap warga yang mengalami kedukaan tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam kondisi ekonomi yang mungkin terdampak akibat kehilangan anggota keluarga.
“Program ini sederhana tetapi sangat berarti. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat bahagia, tetapi juga dalam masa duka. Itulah makna solidaritas sosial yang terus kami jaga,” tutur Ferial.
Ia menambahkan bahwa mekanisme penyaluran dilakukan dengan prinsip tepat sasaran dan transparan. Proses pencairan dimulai setelah pemerintah desa atau kelurahan menyerahkan laporan kematian disertai dokumen pendukung, seperti surat keterangan kematian dan data ahli waris. Setelah diverifikasi oleh Dinas Sosial, bantuan dapat segera dicairkan secara tunai.
Selain itu, Dinas Sosial KSB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar tidak ada warga yang terlewat dari program ini. Menurut Ferial, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan bantuan tersampaikan kepada yang benar-benar berhak menerima.
“Harapan kami, masyarakat juga aktif melapor ke pemerintah desa apabila ada warga yang meninggal dunia. Dengan begitu, data bisa segera diproses dan bantuan tidak tertunda,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ferial menegaskan bahwa program santunan uang duka ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kebijakan perlindungan sosial daerah. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan duka, tetapi juga berbagai program sosial lainnya.
Dengan capaian hingga akhir Oktober ini, Dinas Sosial menilai pelaksanaan program berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak keluarga penerima manfaat merasa terbantu, terutama dalam menutupi kebutuhan mendesak pasca-kehilangan anggota keluarga.
“Ini bukan soal jumlah uangnya, tetapi bukti nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” pungkas Ferial. (cdn.wan)





