TALIWANG, CDN – Malam penutupan Festival Lomba Minat Bakat dan Kreativitas Siswa (FLMBKS) Jenjang SMP/Sederajat Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026, Sabtu (17/10), berlangsung meriah. Namun, keseruan malam itu bukan hanya milik para siswa yang tampil di atas panggung. Ada cerita menarik lainnya di sepanjang kawasan perkantoran KTC, Taliwang, tempat para pedagang kecil ikut menikmati ramainya festival.
Sejak memasuki kawasan KTC, pengunjung langsung disambut deretan lapak makanan dan minuman. Aneka jajanan menggoda selera, mulai dari makanan ringan hingga minuman segar, menjadi teman asyik bagi masyarakat yang datang menyaksikan penampilan para siswa.
Suasananya pun terasa berbeda. Ada yang sibuk merekam penampilan anaknya, ada yang bersorak memberikan semangat kepada peserta, dan tak sedikit pula yang berjalan santai mencari jajanan bersama keluarga. Bagi sebagian pengunjung, malam itu seperti menikmati hiburan sekaligus piknik kecil di tengah kota.
Anak-anak menikmati pertunjukan, orang tua memberikan dukungan, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli. Suasana sederhana ini menghadirkan gambaran bahwa sebuah kegiatan pendidikan bisa memberikan kebahagiaan kepada banyak orang, bahkan kepada mereka yang tidak terlibat langsung dalam perlombaan.
Salah seorang pedagang cireng mengaku senang dengan ramainya pengunjung selama festival berlangsung. Kehadiran keluarga yang datang menyaksikan penampilan para siswa turut mendatangkan pembeli ke lapaknya.
“Apalagi ini lagi ada acara anak sekolah yang nampil, yang nonton biasanya sekeluarga pada jajan,” ujarnya sambil melayani pembeli.
Cerita pedagang cireng ini mungkin terdengar sederhana. Namun, di balik jajanan yang dibeli pengunjung, ada peluang rezeki bagi masyarakat kecil. Uang yang dibelanjakan untuk membeli makanan dan minuman menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh pedagang.
Bayangkan, jika puluhan pedagang merasakan hal serupa, keramaian festival tentu bukan hanya menghadirkan tepuk tangan dan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menambah penghasilan. Meski besarnya pendapatan belum terukur, aktivitas jual beli yang terlihat menunjukkan adanya manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
Dampak positif lainnya juga terasa bagi keluarga yang hadir. Festival menjadi ruang berkumpul, menikmati hiburan, dan memberikan dukungan kepada generasi muda. Orang tua dapat melihat keberanian anak-anak tampil di depan publik, sementara siswa memperoleh pengalaman berharga untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri.
Lebih dari sekadar perlombaan, FLMBKS mempertemukan dunia pendidikan dengan kehidupan masyarakat. Para siswa mendapatkan panggung untuk menunjukkan kemampuan, masyarakat memperoleh hiburan, dan pedagang kecil mendapatkan kesempatan untuk meraih tambahan penghasilan.
Jika kegiatan seperti ini terus dikembangkan dengan melibatkan pelaku usaha lokal, manfaatnya berpotensi semakin luas.
Penyelenggara dapat menyediakan ruang berjualan yang tertata, menjaga kebersihan kawasan, serta memberikan kesempatan yang adil kepada UMKM agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Tentu, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari meriahnya acara atau banyaknya penonton. Dampak bagi pengembangan bakat siswa, kebersamaan keluarga, dan peluang ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting yang patut diperhatikan.
Malam penutupan FLMBKS 2026 di KTC akhirnya menyisakan cerita yang lebih luas daripada sekadar siapa yang tampil dan siapa yang menjadi juara. Di antara sorotan panggung dan riuh tepuk tangan, ada pedagang yang melayani pembeli, keluarga yang menikmati kebersamaan, serta masyarakat yang ikut merasakan suasana positif dari sebuah kegiatan pendidikan. (cdn.wan)






