
Seteluk, CDN — Gemuruh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebentar lagi akan menggema dari Kecamatan Seteluk. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXII Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat yang dipusatkan di Kecamatan Seteluk bukan sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Antusiasme menyambut perhelatan akbar tersebut mulai terlihat di berbagai sudut Kecamatan Seteluk. Persiapan terus dilakukan oleh panitia bersama unsur pemerintah kecamatan, sekolah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.

Salah satu bentuk kepedulian datang dari guru-guru SDN 2 Meraran. Mereka turun langsung ke lapangan dan bergotong royong membersihkan serta menata arena MTQ XXII Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat.
Bagi para guru tersebut, menyukseskan MTQ bukan semata-mata menjadi tugas panitia. Ada nilai keteladanan yang ingin ditanamkan, bahwa mencintai Al-Qur’an juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, sekecil apa pun peran yang diberikan.
Salah seorang guru SDN 2 Meraran, Murlina, didampingi Ibu Irmayanti dan rekan-rekan guru lainnya, mengatakan bahwa kesuksesan MTQ merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan MTQ ke-XXII ini harus kita sukseskan. Sukses tidaknya kegiatan ini tergantung bagaimana peran masing-masing kita untuk berbuat di lapangan,” ujar Murlina.
Ia menjelaskan, kehadiran para guru SDN 2 Meraran di arena MTQ diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian.

“Kehadiran kami di sini sebagai pemantik bagi masyarakat bahwa semua kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal jika kita hanya berpangku tangan. Untuk itulah kami diinstruksikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sadiman, agar membantu sebisanya di lapangan,” pungkasnya.
Gotong Royong Menjadi Wujud Cinta terhadap Al-Qur’an
Apa yang dilakukan para guru SDN 2 Meraran menjadi gambaran bahwa syiar Al-Qur’an tidak selalu diwujudkan melalui mimbar atau perlombaan. Membersihkan lingkungan, membantu panitia, menjaga kenyamanan peserta dan masyarakat, serta memberikan tenaga untuk sebuah kegiatan keagamaan juga merupakan bentuk kepedulian terhadap syiar Islam.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya pihak Kecamatan Seteluk yang terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur untuk memastikan pelaksanaan MTQ XXII berjalan tertib, meriah, dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.
Di tengah padatnya persiapan, Camat Seteluk, M. Ikhwan, S.IP, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh sekolah dan elemen masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam menyukseskan MTQ.

Menurutnya, keterlibatan para tenaga pendidik merupakan energi tambahan bagi panitia dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami tentu sangat senang dengan partisipasi seluruh sekolah yang telah mengirim guru-gurunya untuk membantu menyukseskan MTQ kali ini. Kehadiran para tenaga pengajar ini menjadi vitamin bagi seluruh panitia pelaksana untuk melampaui ekspektasi yang lalu-lalu,” kata M. Ikhwan.
Ia menegaskan bahwa persiapan MTQ XXII Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat yang dipusatkan di Kecamatan Seteluk terus dikebut dan telah mendekati tahap akhir.
“Saat ini persiapan sudah mendekati angka 90 persen dan dipastikan besok semuanya sudah siap,” imbuhnya.
Seteluk Bersiap Menjadi Pusat Syiar Al-Qur’an
MTQ XXII Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat dijadwalkan dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Barat pada Sabtu malam, 26 September 2026, pukul 20.00 WITA.
Sebelum acara pembukaan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan pawai ta’aruf yang dijadwalkan mulai dari Lapangan Sepak Bola Desa Tapir pada pukul 13.30 WITA dan berakhir di pusat arena MTQ, yakni Lapangan Sepak Bola Seteluk.
MTQ XXII Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat di Kecamatan Seteluk mengusung tema:

“Melalui MTQ ke-XXII Kita Wujudkan KSB Maju Luar Biasa Menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat Sumbawa Barat.”
Bagi masyarakat Seteluk dan Sumbawa Barat secara umum, pelaksanaan MTQ ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Kehadiran para qari dan qariah dari berbagai kafilah akan menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Di sinilah kepedulian guru-guru SDN 2 Meraran menemukan maknanya. Mereka tidak hanya mengajarkan nilai-nilai agama kepada peserta didik di ruang kelas, tetapi juga berusaha memberikan contoh bahwa nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan nyata: melalui kepedulian, kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong.
Camat Seteluk Ajak Masyarakat Hadiri MTQ
Di akhir wawancara, Camat Seteluk M. Ikhwan, S.IP mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan MTQ XXII.
Ia mengundang masyarakat untuk hadir menyaksikan para qari dan qariah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari wisata religi dan upaya memperkuat keimanan.
“Ini adalah momentum terbaik untuk berwisata religi sekaligus menebalkan keimanan. Mari kita makmurkan Kecamatan Seteluk dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an,” tutup M. Ikhwan.
Dari ruang kelas hingga arena MTQ, dari tangan para guru hingga kerja panitia dan pemerintah kecamatan, semuanya berpadu dalam satu semangat: menghidupkan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sebab, ketika Al-Qur’an tidak hanya dilantunkan dengan suara, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan perbuatan, di situlah nilai-nilai Qur’ani benar-benar hidup di tengah umat.(cdn.wan)






