Maulid Nabi Jadi Momentum Launching TPQ SDN 5 Taliwang

Maulid Nabi Jadi Momentum Launching TPQ SDN 5 Taliwang

CDN, Taliwang – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di SDN 5 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tahun ini berlangsung berbeda. Selain menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut sekaligus menjadi tonggak dimulainya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di lingkungan sekolah dasar negeri.

Langkah tersebut menjadikan SDN 5 Taliwang sebagai sekolah pertama yang menerapkan TPQ dalam lingkungan pendidikan dasar negeri di KSB. Tak berlebihan jika program ini kemudian menjadi pilot project pengembangan TPQ masuk sekolah melalui program TBA yang digagas Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov.

Peresmian tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati yang juga Plt Kasat Pol PP KSB, H. Wahidin, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Ketua MUI KSB TGH Burhanuddin, Ketua Komite SDN 5 Taliwang Agus Hadenan, S.Pd., serta para wali murid.

Program TBA sebelumnya dikembangkan dengan menyasar masjid-masjid sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Kini, gagasan yang diinisiasi Hj. Hanipah tersebut mulai diperluas ke lingkungan sekolah melalui penerapan TPQ.

Bagi Kepala SDN 5 Taliwang, Surdianah, S.Pd., hadirnya TPQ bukan sekadar menambah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan yang tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membentuk moral dan akhlak peserta didik.

“Dalam menjalankan TPQ, SDN 5 Taliwang bekerja sama dengan mentor yang dikirim langsung oleh TBA. TPQ ini nantinya menyasar siswa kelas 1 dan kelas 2. Artinya, mereka tidak perlu lagi mengaji di luar setelah pulang sekolah karena sudah mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah,” ujar Surdianah.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada SDN 5 Taliwang untuk menjadi pilot project merupakan kesempatan penting untuk mengembangkan pendidikan agama di lingkungan sekolah dasar negeri.

“Alhamdulillah, SDN 5 Taliwang mendapat kepercayaan untuk menjadi pilot project kegiatan TPQ masuk sekolah ini,” ungkapnya

Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan agama, Surdianah juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, tenang dan asri. Baginya, sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa senang untuk datang dan belajar.

Upaya tersebut mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya lomba menata ruang kelas dan taman yang melibatkan para wali murid. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara tenaga pendidik dan orang tua siswa.

“Ruang kelas sebagai media belajar diharapkan bisa menjadi ruangan nyaman, bukan menjadi penjara bagi siswa. Apabila ruangan kelas dan taman sudah tertata rapi, insyaAllah siswa akan betah belajar di dalamnya dan mengatakan kepada para guru, kita tidak perlu keluar, Bu, ruangan ini sudah nyaman,” tutur Surdianah.

Ia bahkan mengajak para alumni untuk kembali berkunjung ke sekolah, termasuk pada malam hari. Lampu-lampu yang menerangi lingkungan dan taman sekolah diharapkan menciptakan suasana berbeda sekaligus menjadi kebanggaan bersama.

Sementara itu, H. Wahidin yang hadir mewakili Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan keluarga besar SDN 5 Taliwang.

Setelah melihat langsung kondisi sejumlah ruang kelas, ia menilai apa yang disampaikan kepala sekolah bukan sekadar wacana. Lingkungan sekolah yang tertata, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam membuat siswa nyaman mengikuti proses pembelajaran.

Pengalaman H. Wahidin ketika pernah menjadi kepala sekolah di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Sekongkang juga menjadi pelajaran tersendiri. Saat itu, misinya sederhana, yakni membuat siswa merasa betah berada di sekolah.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan menciptakan sekolah yang nyaman adalah keterbukaan serta keterlibatan orang tua siswa dalam berbagai kegiatan sekolah.

Hal menarik juga disampaikan H. Wahidin ketika menceritakan aktivitas para siswa SDN 5 Taliwang. Selama menjalankan tugas sebagai Plt Kasat Pol PP KSB, ia mengaku belum pernah melihat siswa sekolah tersebut berkeliaran di kawasan KTC untuk mengikuti kegiatan balap sepeda.

Setelah mengetahui aktivitas mereka, ternyata para siswa tersebut justru tengah asyik bershalawat di lingkungan sekolah.

Bagi H. Wahidin, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kegiatan positif dan religius bagi anak-anak.

Maulid dan TPQ, Dua Momentum yang Bertemu

Sementara itu, hikmah Maulid Nabi disampaikan Ketua MUI KSB, TGH Burhanuddin. Dalam ceramahnya, ia mengulas sejarah perkembangan perayaan Maulid Nabi yang tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga pernah menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat persatuan umat Islam.

Ia mengisahkan bagaimana kondisi umat Islam mengalami kemunduran dan perpecahan pada masa Perang Salib hingga jatuhnya Yerusalem. Dalam situasi tersebut, muncul Salahuddin Al-Ayyubi yang menyerukan persatuan umat melalui momentum Maulid Nabi.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan semangat SDN 5 Taliwang dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai agama dan akhlak.

Momentum Maulid Nabi di SDN 5 Taliwang akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan tahunan. Di tempat yang sama, sebuah langkah baru dimulai melalui program TBA yang digagas Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, yakni membawa pendidikan Al-Qur’an lebih dekat kepada anak-anak melalui TPQ di lingkungan sekolah.

Dengan menjadikan kelas 1 dan 2 sebagai sasaran awal, SDN 5 Taliwang berharap program tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan karakter religius sejak usia dini sekaligus menjadi model yang dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat. (cdn.wan**)