
Sumbawa Barat, CDN– Semangat membangun dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Muslihin, berbagai kegiatan yang mengakar pada budaya, kebersamaan dan ekonomi kerakyatan terus digelorakan.
Dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Kelanir memilih cara yang khas untuk menghidupkan semangat kemerdekaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Barapan Kebo, tradisi khas masyarakat Sumbawa yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.
Bagi masyarakat Tau Samawa, Barapan Kebo bukan sekadar tradisi turun-temurun. Di dalamnya terkandung pesan tentang rasa syukur, kegembiraan dan semangat kebebasan setelah melewati berbagai tantangan. Tradisi ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan, menunjukkan ketangkasan serta menghadirkan persaingan yang sehat dan penuh sportivitas.

Lebih dari itu, Barapan Kebo menjadi gambaran nyata bagaimana budaya, gotong royong dan pariwisata berbasis masyarakat dapat berjalan beriringan. Semangat inilah yang menjadi salah satu alasan Pemerintah Desa Kelanir menggelar kegiatan tersebut. Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga melalui UMKM dan pariwisata kerakyatan.

Kepala Desa Kelanir, Muslihin, saat dikonfirmasi media, Senin pagi (24/8/2026), mengaku bersyukur pelaksanaan Barapan Kebo yang berlangsung sehari sebelumnya, Minggu (23/8/2026), berjalan sukses, aman dan meriah.
Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menjawab harapan masyarakat untuk mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan kegiatan positif sekaligus menjaga agar tradisi dan budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Masyarakat terlihat bahagia, desa menjadi ramai dan pesan gotong royong serta kekeluargaan Desa Kelanir masih kuat terlihat dalam kegiatan tersebut. Walaupun hanya berlangsung satu hari, ceritanya akan terus dikenang oleh masyarakat dan generasi Desa Kelanir,” ujar Muslihin.
Semangat tersebut tidak berhenti pada Barapan Kebo. Dalam waktu dekat, masyarakat Desa Kelanir kembali akan disuguhkan berbagai perlombaan yang dipusatkan di Dusun Lawang Desa, Desa Kelanir. Kegiatan tersebut melibatkan dua desa, yakni Desa Kelanir dan Desa Meraran.

Ketua panitia pelaksanaan lomba, Jufriadi mengatakan, persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 95 persen. Berbagai kebutuhan teknis telah dipersiapkan, termasuk lapangan yang akan menjadi pusat kegiatan. Para manajer tim juga telah mengikuti technical meeting guna memastikan seluruh rangkaian perlombaan berjalan tertib.
Sejumlah mata lomba yang akan digelar antara lain bola voli, balap kerupuk menggunakan helm, makan kerupuk, membawa balon, memasukkan paku ke dalam botol, hingga tarik tambang.

“Semua persiapan hampir rampung. Seluruh manajer tim telah mengikuti technical meeting, sementara lapangan sebagai pusat kegiatan juga sudah dirapikan dan siap digunakan. Semoga tidak ada gangguan nonteknis dalam pelaksanaan nanti,” ujar Jufriadi.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan Pemerintah Desa Kelanir dan semangat gotong royong masyarakat. Solidaritas dan kesamaan tujuan menjadi kekuatan utama yang membuat masyarakat mampu menggelar kegiatan secara bersama-sama.
Panitia juga telah berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kelanir untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung. Kedua unsur tersebut dipastikan siap bersinergi dengan panitia demi terciptanya suasana perlombaan yang aman dan kondusif.
Yang menarik, pembukaan kegiatan perlombaan tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin.
Desa Kelanir seakan menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan seremoni besar. Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan mampu melahirkan ruang kegembiraan, menghidupkan budaya, menggerakkan ekonomi warga dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kelanir pun terus menegaskan dirinya sebagai desa yang aktif menggelar berbagai kegiatan dan turnamen resmi. Dari Barapan Kebo hingga olahraga rakyat, semuanya menjadi bagian dari cerita tentang sebuah desa yang memilih bergerak bersama.
Di tengah terik matahari, Kelanir menyuarakan semangatnya sendiri. Sebuah suara tentang gotong royong, budaya dan kebersamaan yang tidak sekadar dirayakan, tetapi diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab bagi Kelanir, membangun desa bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga tradisi dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakatnya. Ditengah terik matahari, Desa Kelanir selalu menyayikan alunan suara hati. Untaian makna yang diciptakan akan selalu diabadikan dalam benak terindah. (cdn.wan).






