Penantian Panjang Berakhir, Desa Kelanir Akhirnya Terhubung Sinyal Telekomunikasi

Penantian Panjang Berakhir, Desa Kelanir Akhirnya Terhubung Sinyal Telekomunikasi

Sumbawa Barat, CDN— Penantian panjang masyarakat Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, untuk menikmati layanan telekomunikasi akhirnya berakhir. Setelah bertahun-tahun berada di wilayah minim sinyal, kini warga dapat mengakses jaringan komunikasi dan internet yang menjadi kebutuhan penting di era digital.

Hadirnya jaringan telekomunikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Telkomsel. Kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemerataan akses informasi hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Keberhasilan itu tidak diraih dalam waktu singkat. Pemerintah Desa Kelanir di bawah kepemimpinan Muslihin berkali-kali menyampaikan aspirasi masyarakat agar desa mereka memperoleh layanan telekomunikasi yang setara dengan desa-desa lain di Sumbawa Barat. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Kepala Desa Kelanir, Muslihin

“Alhamdulillah harapan masyarakat kini sudah tercapai. Atas nama masyarakat Desa Kelanir, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat yang telah memberikan perhatian sehingga masyarakat kami kini dapat menikmati layanan komunikasi,” ujar Muslihin.

Dalam prosesnya, Diskominfo dan Telkomsel sempat mengkaji sejumlah alternatif. Salah satunya memanfaatkan menara Bakti yang telah berdiri di Desa Kelanir sebagai lokasi pemasangan repeater. Namun, opsi itu tidak dipilih karena menara tersebut bukan merupakan aset Telkomsel sehingga berpotensi menimbulkan kendala operasional di masa mendatang. Selain itu, jangkauan repeater dinilai terbatas sehingga belum mampu melayani seluruh masyarakat secara optimal.

Sebagai solusi jangka panjang, Telkomsel memutuskan membangun jaringan yang lebih permanen dengan menarik kabel fiber optik sepanjang sekitar 3,9 kilometer dari Base Transceiver Station (BTS) di Desa Meraran menuju Desa Kelanir. Langkah ini menjadi fondasi layanan telekomunikasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat Kelanir, hadirnya sinyal bukan sekadar kemudahan berkomunikasi. Akses internet membuka peluang lebih luas bagi dunia pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga akses informasi yang selama ini sulit diperoleh. Desa yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan blank spot kini mulai memasuki ruang digital yang lebih terbuka.

Muslihin berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak dan produktif. Menurutnya, penggunaan layanan yang optimal juga menjadi bagian penting agar operasional jaringan tetap berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sumbawa Barat, Deddy Damhudy, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan layanan telekomunikasi hingga menjangkau seluruh wilayah Sumbawa Barat. Terhubungnya Desa Kelanir menjadi salah satu bukti bahwa pemerataan infrastruktur digital terus diwujudkan demi memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dari perkembangan teknologi. (cdn.wan)