AMMAN Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbawa Barat, Kontribusi Lebih dari 50% terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Sumbawa Barat

AMMAN Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbawa Barat, Kontribusi Lebih dari 50% terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Sumbawa Barat

CDN, Sumbawa Barat– Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis hasil kajian bertajuk ‘Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)’ yang mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian skala nasional dan daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa AMMAN
memainkan peran sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Kajian ini menggunakan pendekatan analisis Inter-Regional Input-Output (IRIO) dan kerangka economic multiplier untuk mengestimasi dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah.

Pendekatan ini tidak hanya menghitung dampak langsung seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor, pemasok atau sektor lain yang berkaitan dengan usaha AMMAN tetapi juga dampak tidak langsung yaitu aktivitas ekonomi yang muncul ketika para pemasok berproduksi untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. melalui keterkaitan antar sektor dan antar wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda tidak hanya di wilayah lokasi AMMAN namun juga keterkaitannya dengan wilayah lainnya.

Sepanjang periode kajian, aktivitas AMMAN dengan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor terkait menghasilkan tambahan output ekonomi sebesar Rp184 triliun dan berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) KSB sebesar Rp108,2 triliun. Pada tahun 2024, kontribusi AMMAN mencapai Rp28,9 triliun atau 79% dari total PDRB KSB.

Temuan ini menandakan bahwa lebih dari separuh aktivitas ekonomi di KSB, baik secara langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kehadiran AMMAN. Menurut Uka Wikarya, Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, dampak
AMMAN tidak hanya terlihat pada indikator makro, tetapi juga pada peluang sosial ekonomi masyarakat.

“Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angkaangka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas. Misalnya, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal.
Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ujar Uka dihadapan media (4/03/2026) di Mocean Dive Resort, Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat.

Kontribusi AMMAN terhadap kesejahteraan masyarakat tercermin dalam peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar Rp 44 triliun sepanjang periode kajian atau rata rata Rp6,3 triliun per tahun.

Peningkatan pendapatan ini turut menekan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut, terutama di sekitar area operasional perusahaan.

Dampak Terhadap Ketenagakerjaan KSB

Selain pertumbuhan ekonomi, kajian mencatat bahwa aktivitas AMMAN memberikan efek berganda (multiplier effect) yang menciptakan rata rata sekitar 18,6 ribu lapangan kerja per tahun di KSB. Pada
tahun 2024, kesempatan kerja yang tercipta mencapai lebih dari 31 ribu pekerjaan, tersebar di sektor pertambangan, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan jasa lain yang terhubung dengan rantai
pasok perusahaan. Kontribusi ini telah membantu menekan tingkat pengangguran di wilayah tersebut.

Selain dampak ekonomi langsung, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan AMMAN juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembangunan infrastruktur sosial.

Program-program ini membantu memperkuat fondasi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di KSB. Dalam jangka pendek telah membantu menyediakan lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat lokal.

Dengan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan pembangunan sosial, kehadiran AMMAN telah menjadi pilar utama dalam transformasi ekonomi KSB menuju ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Diibaratkan organ tubuh, AMMAN adalah jantung yang menentukan denyut nadi bagi perkembangan ekonomi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat. Apa yang disampaikan oleh lembaga indevendent Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) nampaknya benar apabila dikomparasikan dengan beberapa peristiwa ketika ijin konsentrat hampir tidak menemui titik temu.

Perekonomian NTB stagnan akibat proses perizinan ijin ekspor konsetrat masih tarik ulur. Gejala kegalauan pemerintah dapat terlihat dari indikasi lobi yang dilakukan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal pada Kementerian ESDM.

Dilansir dari detikbali edisi 16/6/2025 yang bertajuk Ekonomi NTB Minus, Iqbal Minta Relaksasi Ekspor Konsentrat PT AMNT. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal telah berkomunikasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait permintaan relaksasi ekspor konsentrat hasil tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Sumbawa Barat. Permintaan ini disampaikan menyusul pertumbuhan ekonomi NTB yang tercatat minus 1,47 persen pada triwulan I 2025.

Angka tersebut dipengaruhi adanya larangan ekspor konsentrat berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Saya sudah komunikasi malahan. Dari kementerian ESDM sudah turun ke PT AMNT. Tim dari Kementerian ESDM sudah melakukan investigasi langsung ke smelter PT AMNT,” kata Iqbal ditemui di Pendopo Gubernur NTB, Senin (16/6/2025).

Untuk itu, Iqbal akan meminta pertimbangan Kementerian ESDM untuk melakukan relaksasi ekspor konsentrat dari PT AMNT. “Ya kita minta hanya berlaku untuk jumlah dan waktu tertentu saja,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian beberkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB yang minus 1,47 persen di depan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri pada acara Musrembang RPJMD 2025-2029 di Hotel Lombok Raya Kota Mataram.

“Ada dua provinsi yang minus. Saya mohon maaf Pak Gubernur seperti ini kondisinya. Papua Tengah menuju kemunduran, minusnya sangat tinggi sampai -25,53 persen. Tadi saya telepon langsung Pak Gubernurnya, minggu depan saya akan ke sana,” kata Tito dalam sambutannya di depan jajaran Forkompinda NTB dan para Bupati dan Walikota di NTB, Rabu (4/6/2026).

Berdasarkan penelusuran Tito, lemahnya pertumbuhan ekonomi NTB karena masih bergantung pada ekspor hasil tambang di pulau Sumbawa.

“Setelah didalami ternyata dengan ditutupnya smelter (milik PT Amman Mineral) konsentratnya tidak boleh diekspor. Maka ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di NTB,” kata Tito. (cdn.wan)