CDN, Sumbawa Barat – Gema takbir mungkin baru saja berlalu, namun bagi para abdi negara di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), masa transisi dari libur Lebaran menuju meja kerja tidak mengenal waktu jeda yang lama. Senin (30/03), Halaman Graha Fitrah menjadi saksi kembalinya ritme pemerintahan dalam upacara bendera perdana pasca-Idul Fitri.

Di bawah terik pagi Taliwang, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., berdiri tegak memimpin barisan. Namun, pesannya kali ini bukan sekadar basa-basi silaturahmi. Ada nada urgensi yang menukik tajam: Kedisiplinan bukan pilihan, melainkan harga mati bagi penyelenggara negara.
Pacuan Waktu di Ambang Batas
Bupati langsung menyoroti kewajiban yang tidak bisa ditunda lagi. Dengan batas waktu pelaporan LHKPN dan LHKASN yang jatuh pada 31 Maret, ia memberikan peringatan keras bagi seluruh wajib lapor untuk segera menuntaskan tanggung jawabnya.
Evaluasi yang Menghunjam, Target yang Melaju
Momentum ini juga menandai pergantian “estafet” kerja dari triwulan pertama menuju triwulan kedua. Bupati mengingatkan bahwa evaluasi realisasi anggaran tahun sebelumnya jangan hanya menjadi tumpukan dokumen, melainkan cermin untuk memperbaiki performa tahun berjalan.
“Mohon untuk kembali diteliti dengan baik. Persiapan yang sudah selesai di triwulan pertama, maka di triwulan kedua ini harus segera kita laksanakan sesuai dengan tupoksi masing-masing, sambil terus membenahi akuntabilitas yang telah berjalan,” ujarnya.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan “check and re-check” terhadap program yang telah direncanakan agar tidak terjadi stagnasi.
- Akselerasi: Program yang sudah siap di triwulan I harus segera “tancap gas” di triwulan II.
- Akuntabilitas: Pembenahan tata kelola harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
- Efisiensi: Menghindari pola lama “menumpuk pekerjaan di akhir tahun” yang seringkali mengorbankan kualitas.
Sinyal Positif Laporan Keuangan
Di balik tekanan disiplin tersebut, kabar baik menyeruak. Laporan keuangan daerah yang digarap BPKAD telah rampung dan siap diserahkan ke BPK RI Perwakilan NTB. Ini adalah bukti bahwa mesin birokrasi KSB tetap bekerja di balik layar, bahkan saat jeda liburan.
Menutup arahannya, H. Amar Nurmansyah mengajak seluruh jajarannya untuk mengubah semangat kemenangan Idul Fitri menjadi energi untuk melayani masyarakat dengan lebih sigap. KSB tidak butuh ASN yang hanya hadir secara fisik, tapi mereka yang mampu berlari mengejar target pembangunan. (cdn.wan)






