CDN, Sumbawa Barat — Poto Tano tak lagi diposisikan sekadar gerbang penyeberangan. Kecamatan di ujung barat Sumbawa Barat ini mulai diarahkan menjadi pusat hortikultura baru.
Optimisme tersebut ditegaskan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, saat menghadiri panen perdana melon hidroponik sistem Machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, Jumat (27/03/2026).

Empat varietas unggulan—Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender—berhasil dipanen dari demplot tersebut. Bupati menyebut, capaian ini menjadi pijakan awal untuk mewujudkan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah, sejalan dengan program “KSB Maju Luar Biasa” di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan tidak boleh berhenti pada produksi semata.
“Pasar sudah terbuka, tetapi belum sepenuhnya diisi komoditas lokal,” tegasnya. Karena itu, ia meminta jajaran terkait segera memetakan kelompok tani agar usaha yang dikembangkan sesuai kebutuhan pasar dan berorientasi bisnis.
Selain peningkatan produksi, perhatian juga diarahkan pada pengemasan produk serta perubahan pola bertani dari tradisional menuju sistem modern yang bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah Daerah memastikan dukungan alat pertanian akan dikelola bersama melalui BPP, agar dapat dimanfaatkan secara merata tanpa memicu kecemburuan antar petani.
Ke depan, pengembangan kawasan ini tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga membuka peluang agrowisata berbasis hortikultura. Konsep ini mengintegrasikan produksi, edukasi, dan wisata dalam satu ekosistem. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung, selama para petani menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sektor tersebut. (cdn.wan)






